PESAWARAN — Ancaman kekeringan yang membayangi Lampung mulai terasa di tingkat tapak. Di Desa Negeri Sakti, sumur-sumur warga perlahan menyusut, memaksa puluhan keluarga mencari sumber air alternatif untuk kebutuhan minum dan mandi.
Polda Lampung mengerahkan dua truk tangki berkapasitas masing-masing 8.000 liter untuk menjangkau Dusun Srimulyo dan Dusun Salahudin. Total 16.000 liter air bersih didistribusikan langsung ke titik-titik yang telah dipetakan sebelumnya oleh personel kepolisian.
"Kami tidak memilih lokasi secara acak. Sebelum bantuan disalurkan, personel terlebih dahulu memetakan wilayah-wilayah yang memang membutuhkan pasokan air bersih," ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari Yuyun.
Maryati, warga Dusun Srimulyo, mengaku krisis air sudah dirasakan dalam beberapa pekan terakhir. Debit sumur yang biasa menjadi andalan mulai menurun drastis saat kemarau tiba.
"Kalau musim kemarau mulai datang, sumur di sekitar rumah kami biasanya berkurang debitnya, bahkan kadang harus mencari air ke tempat lain. Karena itu bantuan air bersih ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari warga," kata Maryati, Kamis (18/6/2026).
Ia menambahkan, bantuan dari kepolisian sangat berarti bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sumur dangkal. "Semoga bisa terus membantu masyarakat yang membutuhkan selama musim kemarau," harapnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan musim kemarau tahun ini datang lebih awal dan berpotensi lebih kering dari kondisi normal. Untuk wilayah Lampung, puncak kemarau diperkirakan terjadi pada September 2026.
Kombes Yuni menegaskan langkah distribusi air bersih ini merupakan bagian dari antisipasi dini. "BMKG telah memprediksi puncak musim kemarau akan berlangsung mulai Juli hingga September. Karena itu kami berupaya hadir lebih awal agar masyarakat yang mulai mengalami kesulitan air bersih dapat terbantu," ujarnya.
Polda Lampung tidak hanya mengirim bantuan secara sporadis. Sebelum truk tangki bergerak, tim kepolisian terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap desa-desa yang masuk kategori rawan kekeringan. Desa Negeri Sakti menjadi prioritas karena akses air bersih di sana mulai terputus.
Bantuan tahap awal ini menyasar 50 KK di Dusun Srimulyo dan 50 KK di Dusun Salahudin. Jika kemarau berlanjut, bukan tidak mungkin distribusi akan diperluas ke desa-desa tetangga yang juga mulai merasakan dampak.