BPH Migas dan Pertamina Sidak Terminal BBM Panjang hingga SPBU di Bandarlampung, Cegah Kebocoran Kuota Subsidi

Penulis: Ferdian Syah  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 18:52:31 WIB
BPH Migas dan Pertamina lakukan inspeksi gabungan di Terminal BBM Panjang untuk memastikan keandalan distribusi subsidi.

BANDARLAMPUNG — Pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Lampung diperketat. BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menggelar inspeksi gabungan ke titik-titik vital rantai pasok energi, mulai dari terminal penyimpanan hingga pengecer, guna menjaga hak konsumen yang berhak.

Infrastruktur Terminal Panjang Jadi Fokus Pertama

Rombongan memulai peninjauan di Integrated Terminal (IT) Panjang. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Alexander Susilo, menyatakan bahwa pemeriksaan difokuskan pada keandalan infrastruktur hulu sebelum BBM dikirim ke masyarakat.

“Kami telah mengunjungi IT Panjang untuk melihat langsung kesiapan fasilitas, operasional terminal, serta sistem distribusi energi yang melayani pasokan untuk wilayah Lampung dan sekitarnya,” ujar Alexander dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 14 Juni 2026.

Pengecekan Berlanjut ke SPBU untuk Pantau Praktik Lapangan

Setelah memeriksa fasilitas penyimpanan, tim pengawas bergerak ke salah satu SPBU di Kota Bandarlampung. Inspeksi ini menyasar standar pelayanan konsumen dan praktik penyaluran BBM langsung ke tangki kendaraan warga.

Menurut Alexander, temuan di lapangan serta interaksi dengan konsumen menjadi bahan evaluasi penting bagi perusahaan. Pihaknya berkomitmen memantau pergerakan stok harian dan kelayakan sarana distribusi secara berkelanjutan.

“Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat evaluasi bersama dalam menjaga kualitas layanan. Masukan dari BPH Migas melalui kegiatan peninjauan ini menjadi bagian penting dalam upaya kami menjaga keandalan layanan di seluruh wilayah operasional,” tegasnya.

Regulator: Pengawasan Ketat Cegah Mafia BBM

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan bahwa inspeksi gabungan ini merupakan bentuk pelaksanaan tugas negara dalam mengawal hak masyarakat kecil. Pengawasan ketat dari regulator menjadi kunci agar kuota BBM subsidi tidak bocor ke tangan mafia atau pihak yang tidak berhak.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari kolaborasi dan sinergi antara BPH Migas dan Pertamina. Kami melakukan monitoring penyaluran guna memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan, dan BBM subsidi dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak,” papar Wahyudi.

Imbauan untuk Warga: Jangan Timbun atau Salahgunakan

Di akhir kunjungan, Wahyudi mengingatkan pentingnya peran aktif konsumen dalam menjaga ketahanan kuota energi daerah. Ia meminta warga untuk tidak melakukan penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli dan menggunakan BBM subsidi secara bijak, mutlak sesuai peruntukannya,” pungkasnya.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: kirka.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top