BANDARLAMPUNG — PT Pegadaian menggandeng Universitas Lampung (Unila) untuk memperkuat literasi keuangan mahasiswa melalui kuliah umum yang digelar di kampus setempat. Materi yang disampaikan mencakup manajemen keuangan, investasi aman, hingga tata kelola bisnis dan manajemen risiko.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Novryandi menekankan bahwa edukasi ini menjadi langkah strategis membangun generasi yang cerdas finansial.
"Edukasi keuangan bagi generasi muda menjadi langkah penting dalam membangun masyarakat yang cerdas finansial dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan," kata Novryandi di Bandarlampung, Selasa.
Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Lampung Lenny Fetresia Siregar mengatakan materi kuliah umum sengaja dirancang agar relevan dengan kondisi mahasiswa saat ini. Perkembangan teknologi dan maraknya investasi ilegal menjadi alasan utama penguatan edukasi ini.
"Mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pemahaman praktis terkait pengelolaan finansial dan manajemen risiko," ujar Lenny.
Ia menambahkan bahwa pemahaman yang baik akan membantu mahasiswa mengambil keputusan finansial secara tepat dan bertanggung jawab di tengah gempuran layanan keuangan digital.
Novryandi menegaskan bahwa Pegadaian tidak hanya ingin dikenal sebagai perusahaan jasa keuangan, melainkan juga mitra edukasi bagi masyarakat. Menurutnya, mahasiswa adalah generasi yang akan menjadi penggerak ekonomi di masa depan.
"Pegadaian ingin turut berkontribusi dalam membentuk generasi yang cerdas finansial, adaptif terhadap perkembangan industri keuangan, serta mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan produktif," kata dia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pegadaian mendorong akses edukasi dan inklusi keuangan di berbagai daerah, khususnya bagi kaum muda. Melalui kolaborasi dengan Unila, Pegadaian berharap dapat memperkuat ekosistem keuangan inklusif yang memberikan manfaat nyata.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan dan investasi yang aman," kata Lenny.
Materi kuliah umum menekankan pentingnya memilih instrumen investasi yang legal dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mahasiswa juga diedukasi untuk waspada terhadap tawaran keuntungan instan yang tidak wajar, yang kerap menjadi ciri investasi ilegal.
Pegadaian tidak hanya menyediakan layanan gadai, tetapi juga produk tabungan emas dan pembiayaan syariah. Lewat kuliah umum ini, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai produk keuangan yang aman dan sesuai syariat sebagai alternatif investasi.
Pegadaian berencana memperluas jangkauan edukasi ke kampus-kampus lain di wilayah Sumbagsel. Program ini akan terus digulirkan secara berkala sebagai bagian dari target peningkatan literasi keuangan nasional.