BANDAR LAMPUNG — Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Suara Masyarakat Lampung (FSML) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Adipura, Sabtu (27/6/2026). Aksi ini bertepatan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Provinsi Lampung dan menyuarakan penolakan terhadap sejumlah kebijakan pusat yang dinilai belum memenuhi rasa keadilan.
Dua Peristiwa Besar Jadi Sorotan Massa
Dalam orasinya, massa mengingatkan dua peristiwa yang dinilai menjadi catatan kelam penegakan hak asasi manusia. Pertama, insiden KM 50 yang menewaskan enam anggota laskar pengawal Habib Rizieq Shihab. Kedua, kerusuhan pasca-Pemilu 2019 di Jakarta.
"Hari ini kami menyampaikan penolakan atas kedatangan Pak Jokowi di Provinsi Lampung. Ini merupakan bentuk aspirasi masyarakat terhadap berbagai persoalan yang terjadi selama kepemimpinannya," ujar Koordinator aksi, Bunda Merri, saat berorasi.
Ijazah Presiden Kembali Dipertanyakan
Massa juga menyoroti polemik mengenai ijazah Jokowi yang kembali mencuat di ruang publik. Mereka mendesak persoalan itu diselesaikan secara terbuka agar tidak terus memicu spekulasi di tengah masyarakat. Selain itu, demonstran menyampaikan kritik terhadap kondisi ekonomi nasional. Sejumlah janji politik dinilai belum terealisasi optimal dan beberapa kebijakan justru dianggap membebani warga.
Penegakan Hukum Dinilai Belum Merata
Peserta aksi mengkritisi penegakan hukum yang dinilai belum memberikan rasa keadilan secara merata. Mereka menyoroti adanya dugaan perbedaan perlakuan dalam penanganan sejumlah perkara hukum. Massa berharap penyelesaian atas berbagai persoalan tersebut dapat memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.
Aksi Berjalan Tertib, Pengamanan Diapresiasi
Meski menyampaikan kritik pedas, massa mengapresiasi pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian. Menurut mereka, pendekatan yang diterapkan berlangsung humanis sehingga aksi dapat berjalan tertib. Demonstrasi yang berlangsung beberapa jam itu mendapat pengawalan ketat aparat. Hingga massa membubarkan diri, situasi di sekitar Tugu Adipura terpantau aman tanpa insiden berarti.
Bunda Merri menyebut aksi di Lampung merupakan bagian dari gerakan penyampaian aspirasi yang akan dilakukan di sejumlah daerah lain mengikuti agenda kunjungan Jokowi. "Ini adalah bentuk aspirasi masyarakat. Kami berharap suara yang disampaikan hari ini dapat menjadi perhatian semua pihak," katanya.