BANDAR LAMPUNG — Rahmat Mirzani Djausal resmi melantik I Komang Koheri sebagai Bupati Lampung Tengah definitif dalam prosesi di lantai III Gedung Balai Keratun, Bandar Lampung. Pelantikan mengacu pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-3370 Tahun 2026. Gubernur Lampung menyebut jabatan kepala daerah sebagai amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Dalam sambutannya, Mirza menegaskan kepercayaan masyarakat menjadi modal utama seorang pemimpin dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan daerah. Ia meminta Komang Koheri menjaga sekaligus memperkuat kepercayaan itu melalui kepemimpinan yang terbuka dan solid.
Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama
Gubernur menekankan pentingnya sinergi antara kepala daerah dan seluruh jajaran pemerintahan. Menurutnya, masyarakat Lampung Tengah membutuhkan pemimpin yang kompak dengan seluruh jajaran pemerintah daerah dan bekerja dalam satu arah.
"Kepercayaan masyarakat adalah modal utama dalam kita mengemban amanah. Jaga dan kuatkan kepercayaan itu. Masyarakat hari ini, khususnya masyarakat Lampung Tengah, membutuhkan pemimpin yang kompak dengan seluruh jajaran pemerintah daerah dan bekerja dalam satu arah," tegas Mirza.
Mirza juga mengingatkan pentingnya pembinaan aparatur sipil negara dengan menjalankan ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Sistem merit diminta benar-benar diterapkan, netralitas ASN dijaga, dan disiplin aparatur ditegakkan.
Integritas dan Turun ke Lapangan
Komang Koheri diminta menjaga integritas dengan menghindari segala bentuk praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Integritas disebut sebagai fondasi penting untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Kepala daerah, lanjut Mirza, tidak cukup bekerja dari balik meja. Ia harus turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat hingga tingkat kampung, sehingga kebijakan yang dirumuskan lebih tepat sasaran.
"Turun ke lapangan. Dengarkan aspirasi masyarakat sampai ke tingkatan kampung. Dari sanalah akan lahir kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran," ujarnya.
Lampung Tengah Dituntut Jaga Produktivitas Pertanian
Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah bersama seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah diminta memperkuat sinergi mengawal program prioritas nasional dalam Asta Cita Presiden. Keberhasilan program pemerintah pusat dinilai bergantung pada kecepatan dan ketepatan pemerintah daerah menerjemahkan kebijakan menjadi program nyata.
Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah swasembada pangan. Mirza menyebut Provinsi Lampung memiliki posisi strategis sebagai penopang ketahanan pangan nasional, dengan produksi padi mencapai 3,25 juta ton pada 2025. Lampung Tengah berperan penting sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di provinsi itu.
Pemerintah kabupaten diminta menjaga produktivitas pertanian, mengamankan ketersediaan irigasi dan pupuk, serta memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang layak. Peningkatan produksi tidak boleh menjadi satu-satunya target karena kesejahteraan petani juga harus naik.
Hilirisasi Padi dan Jagung Dorong Nilai Tambah
Mirza mendorong Pemkab Lampung Tengah bekerja sama dengan Pemprov Lampung mengembangkan industri pengolahan dan hilirisasi komoditas pertanian. Komoditas pangan diharapkan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah.
Ia mencontohkan petani padi yang seharusnya tidak hanya menjual gabah ke luar daerah lalu masyarakat kembali membeli beras dari daerah lain. Komoditas jagung juga diharapkan diolah menjadi produk turunan seperti pakan ternak.
"Kita tanam padi, kita bisa hasilkan beras. Kita tanam jagung, kita bisa hasilkan pakan ayam. Kita ingin hilirisasi dan nilai tambah ini memberdayakan seluruh potensi masyarakat yang ada di desa-desa," katanya.
Hilirisasi pertanian dinilai akan memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari peningkatan pendapatan petani, terbukanya lapangan kerja, hingga tumbuhnya aktivitas usaha di sektor pengolahan dan perdagangan.
Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Selain swasembada pangan, Pemkab Lampung Tengah diminta mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Pelaksanaan program itu di Provinsi Lampung terus berkembang dengan 1.007 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi aktif dan jumlah penerima manfaat mencapai 2,8 juta orang.