Pencarian

Pemprov Lampung Perketat Kesiapsiagaan Hadapi Erupsi Anak Krakatau, Temukan Tren Kenaikan ISPA di Wilayah Terdampak Abu

Selasa, 08 September 2026 • 15:01:01 WIB
Pemprov Lampung Perketat Kesiapsiagaan Hadapi Erupsi Anak Krakatau, Temukan Tren Kenaikan ISPA di Wilayah Terdampak Abu
Warga mengenakan masker melintasi kawasan terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Bandar Lampung, Senin (7/9/2026).

BANDAR LAMPUNG — Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terpantau sejak 4 September 2026 masih fluktuatif, dan Pemprov Lampung menyoroti dampak kesehatan yang mulai terasa. Berdasarkan pemeriksaan sampel abu oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), partikel abu berukuran sekitar 5-10 mikrometer dengan permukaan tajam berpotensi memicu iritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit.

Tren peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ditemukan di sejumlah wilayah, meski data keseluruhan masih dalam proses inventarisasi oleh Dinas Kesehatan setempat.

Pemantauan Aktivitas Vulkanik Senin (7/9/2026)

Meski secara visual terlihat lebih tenang, aktivitas di dalam gunung masih berlangsung. Pada pemantauan pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB, tercatat sembilan kali gempa harmonik, 17 kali gempa frekuensi rendah, dua kali gempa hembusan, serta satu kali tremor menerus.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan kondisi visual yang lebih tenang tidak berarti aktivitas vulkanik telah berhenti. Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap berhati-hati selama aktivitas masih fluktuatif.

Imbauan untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik

Jihan meminta warga yang masih terdampak abu untuk menggunakan masker dan alat pelindung lainnya ketika beraktivitas di luar rumah. Imbauan ini menyusul peningkatan aktivitas gunung yang disertai erupsi dan sebaran abu ke sejumlah wilayah Lampung sejak 5 September 2026.

"Masyarakat diminta tetap tenang, tetapi tidak menurunkan kewaspadaan selama aktivitas vulkanik masih fluktuatif," kata Jihan dalam keterangannya.

Fokus Pemprov pada Layanan Kesehatan Masyarakat

Perhatian pemerintah kini tidak hanya tertuju pada aktivitas vulkanik, tetapi juga dampak abu terhadap kesehatan. Pemprov Lampung memastikan layanan puskesmas dan rumah sakit terus dimasifkan untuk mengantisipasi lonjakan pasien dengan keluhan ISPA.

Partikel abu berukuran mikro dengan permukaan tidak beraturan dan cenderung tajam itu perlu diwaspadai karena berisiko mengiritasi saluran pernapasan, mata, hingga kulit warga yang terpapar dalam durasi lama.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampungpro.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks