Pencarian

Penerimaan Pajak Agustus 2026 Tembus Rp1.409 Triliun, Tumbuh 24,1%

Jumat, 18 September 2026 • 12:52:01 WIB
Penerimaan Pajak Agustus 2026 Tembus Rp1.409 Triliun, Tumbuh 24,1%

LAMPUNG — Realisasi penerimaan pajak hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.409 triliun, tumbuh 24,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut lonjakan ini sejalan dengan menguatnya aktivitas ekonomi nasional, terutama permintaan komoditas dan barang konsumsi.

Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut disampaikan dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (18/9/2026). Suahasil menjelaskan, kenaikan setoran pajak tercermin dari menguatnya permintaan di sejumlah sektor riil, mulai dari semen, listrik, hingga kendaraan bermotor.

"Penerimaan pajak terus tumbuh sejalan dengan aktivitas ekonomi. Pertumbuhannya, transaksinya ada. Tadi Anda lihat permintaan semen tumbuh, permintaan listrik tumbuh, permintaan mobil dan motor tumbuh. Berarti aktivitas ekonomi tumbuh, karena itu pajak juga menerima," ujar Suahasil.

PPh Nonmigas dan PPN Jadi Penopang Utama

Struktur penerimaan pajak per Agustus 2026 ditopang oleh beberapa komponen utama. PPh Nonmigas mengumpulkan Rp722,2 triliun atau tumbuh 16,6%, dengan realisasi mencapai 62,6% dari target tahunan.

PPN dan PPnBM menyusul dengan perolehan Rp591,5 triliun, tumbuh 38,9% atau setara 59,4% dari target. Setoran ini didorong kuatnya konsumsi domestik dan daya beli masyarakat.

PPh Migas Catat Pertumbuhan Tertinggi

PPh Migas mencatatkan lonjakan pertumbuhan paling tajam, yakni 63,8%, hingga menyentuh Rp39 triliun. Capaian itu setara 70,6% dari target tahunan.

Sementara PBB dan Pajak Lainnya terkumpul Rp56,4 triliun atau 36,8% dari target. Pos ini terkoreksi 15,7% akibat meningkatnya kepatuhan penyampaian SPT, di mana pajak terutang dapat dilunasi melalui mekanisme deposit.

Rincian Penerimaan Pajak per Agustus 2026

  • PPh Nonmigas: Rp722,2 triliun (tumbuh 16,6%, 62,6% dari target)
  • PPN dan PPnBM: Rp591,5 triliun (tumbuh 38,9%, 59,4% dari target)
  • PPh Migas: Rp39 triliun (tumbuh 63,8%, 70,6% dari target)
  • PBB dan Pajak Lainnya: Rp56,4 triliun (terkoreksi 15,7%, 36,8% dari target)

Konsumsi Domestik Jadi Motor Penerimaan

Kinerja penerimaan pajak yang tumbuh dua digit mengindikasikan permintaan domestik masih menjadi motor utama perekonomian. Sektor komoditas dan barang konsumsi memberi kontribusi signifikan terhadap setoran pajak, terutama lewat PPN yang tumbuh 38,9%.

Bagi pelaku pasar, data ini menjadi sinyal awal bahwa aktivitas ekonomi kuartal ketiga 2026 berjalan di atas ekspektasi. Namun, koreksi pada pos PBB dan Pajak Lainnya perlu dicermati karena berkaitan dengan pola kepatuhan wajib pajak menjelang akhir tahun.

Pemerintah belum merilis proyeksi penerimaan pajak hingga akhir 2026 dalam konferensi pers tersebut. Realisasi beberapa komponen yang sudah melewati 60% dari target per Agustus memberi ruang optimisme bahwa sasaran tahunan dapat terpenuhi, bergantung pada keberlanjutan konsumsi dan permintaan komoditas di sisa tahun.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks