LAMPUNG BARAT — Kecamatan Balik Bukit keluar sebagai Juara I LCT tingkat SMP sederajat se-Kabupaten Lampung Barat. Posisi Juara II diraih Kecamatan Sekincau, disusul Kecamatan Belalau di Juara III. Adapun Juara Harapan I diraih Kecamatan Sumber Jaya, Harapan II Kecamatan Batu Brak, dan Harapan III Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS).
Enam Tim Finalis Berebut Tombol Sirine
Final LCT mempertemukan enam tim yang sebelumnya lolos dari tahapan penyisihan. Para peserta harus berkonsentrasi menghadapi setiap soal sekaligus berpacu dengan waktu untuk merebut kesempatan menjawab.
Tangan peserta sigap menekan tombol sirine begitu soal dibacakan dewan juri. Dukungan dan tepuk tangan dari guru pendamping maupun peserta lain terus terdengar di dalam ruangan.
Ketegangan memuncak pada bagian akhir pertandingan. Setiap jawaban menjadi penentu perolehan nilai masing-masing tim, sementara para pendamping berusaha menjaga agar siswa tetap percaya diri menghadapi pertanyaan dewan juri.
Tangis Haru Warnai Pengumuman Juara
Ketegangan berubah menjadi suasana haru dan kegembiraan setelah dewan juri mengumumkan hasil akhir perlombaan. Tangis, sorak kegembiraan, hingga pelukan antarpeserta mewarnai momen tersebut.
Bagi para peserta, hasil yang diraih menjadi bagian dari perjalanan mereka setelah melalui proses persiapan dan kompetisi sejak tahapan sebelumnya. Trofi dan uang pembinaan diserahkan langsung Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus sebagai penutup rangkaian kompetisi.
Kerja Sama Tim Jadi Kunci Kemenangan Balik Bukit
M. Ibram Al Araf, siswa SMPN Sekuting Terpadu sekaligus juru bicara tim LCT Kecamatan Balik Bukit, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih timnya. Ia menyebut kemenangan tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh anggota tim.
“Terima kasih untuk tim karena kita sudah bekerja sama dengan baik, mencurahkan segala yang kita bisa semaksimal mungkin sehingga mendapat juara satu,” kata Ibram.
Ibram juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang telah menyelenggarakan LCT. Menurutnya, kegiatan tersebut memberi ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan sekaligus meningkatkan semangat belajar.
“Terima kasih kepada pemerintah kabupaten yang sudah mengadakan kegiatan sekeren ini, sebermanfaat ini. Harapannya anak-anak Indonesia, khususnya di Lampung Barat, bisa semakin cerdas, pintar, dan lebih baik,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Ibram kepada para guru yang mendampingi dan membimbing tim selama proses persiapan hingga pelaksanaan perlombaan.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada para guru yang sudah mencurahkan segalanya, mendidik, membimbing, mengajarkan, dan mendukung kami sehingga mendapat juara,” kata Ibram.
Pesan Bupati: Jangan Berhenti Sampai di Sini
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menilai LCT bukan sekadar ajang menentukan peserta paling cepat menjawab pertanyaan. Kompetisi itu juga menjadi ruang bagi pelajar untuk membangun keberanian, kemampuan bekerja sama, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
“Yang terpenting dari kegiatan ini bukan hanya siapa yang menjadi juara. Anak-anak kita telah belajar bagaimana bekerja sama, berani mengambil keputusan, menghargai proses, dan tetap tenang ketika berada dalam tekanan,” ujar Parosil.
Parosil menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru, pendamping, dewan juri, serta jajaran yang terlibat dalam pelaksanaan LCT. Ia meminta para peserta yang berhasil menjadi juara agar tidak berhenti belajar.
Peserta yang belum memperoleh juara diminta tidak menganggap dirinya gagal. Menurut Parosil, keberanian untuk tampil dan mengikuti seluruh proses kompetisi juga menjadi pengalaman penting bagi mereka.
“Untuk yang malam ini menjadi juara, jangan berhenti sampai di sini,” kata Parosil.