LAMPUNG — Keychron K2 Ultra 8K adalah keyboard mekanikal nirkabel yang mencoba bersaing di segmen gaming tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Dengan harga $119,99 (sekitar Rp 2 juta), keyboard ini menawarkan fitur yang biasanya hanya ditemukan pada produk dua kali lipat harganya. Namun, setelah menjajalnya selama beberapa hari untuk bekerja dan bermain game, saya menemukan bahwa ada satu kompensasi besar yang harus dibayar pengguna: kenyamanan.
Desain Kokoh, Tapi Kurang Ergonomis
Dari segi konstruksi, K2 Ultra 8K terasa sangat solid. Frame aluminium dan bobot yang lumayan berat membuat keyboard ini tidak mudah bergeser saat digunakan. Keycaps-nya juga menggunakan material Double Shot PBT, standar tertinggi di dunia keyboard yang menjamin ketahanan huruf tidak luntur.
Sayangnya, desain retro dengan bodi sangat tebal menjadi masalah utama. Setelah beberapa jam mengetik, pergelangan tangan saya terasa pegal karena harus melengkung cukup ekstrem, bahkan setelah kaki keyboard sudah dilipat. Keychron tidak menyertakan wrist rest dalam paket penjualan, sehingga untuk pemakaian lama, Anda harus membeli aksesori tambahan.
Performa: Responsif untuk Gaming, Kurang untuk Mengetik Cepat
Unit review yang saya uji menggunakan switch Red milik Keychron. Switch ini terasa sedikit lebih berat dari rata-rata switch linear, namun tetap halus berkat pelumasan pabrik. Untuk gaming, posisi WASD terasa nyaman, jarak antar tombol lega, dan pantulan keycap cepat kembali.
Masalah muncul saat mengetik cepat. Titik aktuasi (actuation point) terasa terlalu dalam, menyebabkan beberapa huruf tidak tercatat saat saya mengetik dengan kecepatan tinggi. Keycaps yang tinggi juga membatasi kemampuan jari untuk meluncur mulus di atas papan tombol. Untuk pengguna yang lebih sering mengetik daripada bermain game, ini bisa menjadi hambatan serius.
Fitur Kustomisasi: Web App Cepat, Tapi Backlighting Kurang Terang
Keychron menyediakan Web App untuk mengatur ulang fungsi tombol, mengatur SOCD (prioritas tombol saat dua tombol ditekan bersamaan), dan menyesuaikan bounce time. Aplikasi ini berjalan cepat dan bebas bug, meski saya lebih suka aplikasi desktop yang tidak perlu membuka browser setiap kali.
Namun, RGB backlighting pada keyboard ini terbilang mengecewakan. Simbol pada keycap tidak tembus cahaya (opaque), sehingga lampu latar hanya terlihat samar di sela-sela tombol. Di ruangan gelap, Anda tetap tidak bisa membaca huruf pada tombol. Keychron menjual keycap transparan terpisah, tapi ini tentu menambah biaya.
Harga, Ketersediaan, dan Perbandingan
Keychron K2 Ultra 8K dijual seharga $119,99 (sekitar Rp 2 juta) dan tersedia dalam pilihan switch Red, Brown, atau Banana. Harga ini sangat kompetitif untuk keyboard mekanikal wireless dengan fitur hot-swappable dan frame aluminium.
Sebagai perbandingan, Razer BlackWidow V4 Pro 75% yang harganya $299 memang menawarkan performa dan kustomisasi jauh lebih baik, tapi harganya lebih dari dua kali lipat. Sementara HyperX Origins 2 1800 yang hanya sedikit lebih mahal dari K2 Ultra 8K menawarkan pengalaman mengetik lebih baik, namun tidak memiliki koneksi wireless.
Kesimpulan: Untuk Siapa Keyboard Ini?
Keychron K2 Ultra 8K adalah keyboard dengan value terbaik di kelasnya untuk mereka yang mengutamakan fitur hot-swappable dan konektivitas nirkabel dengan budget terbatas. Keyboard ini cukup tangguh untuk dibawa bepergian dan responsif untuk sesi gaming.
Namun, jika mengetik cepat adalah aktivitas utama Anda, atau jika Anda tidak ingin membeli wrist rest tambahan, sebaiknya cari alternatif lain. Masalah aktuasi yang dalam dan bodi yang tebal membuat keyboard ini kurang ramah untuk penggunaan produktivitas jangka panjang.