BANDAR LAMPUNG — Kepulan asap hitam yang membubung tinggi di Jalan Teuku Umar sontak menggegerkan warga Kelurahan Surabaya pada Sabtu siang (27/6). Sebuah gudang penyimpanan barang rongsok milik Antoni (65) ludes dilalap si jago merah. Namun, di tengah kepanikan, aparat teritorial setempat justru menjadi garda terdepan.
Babinsa Langsung Gerak Cepat Usai Laporan Warga
Sertu Frendi Nijardo, Babinsa Kelurahan Surabaya dari Koramil 410-06/Kedaton, tak menunggu perintah panjang. Begitu menerima laporan dari Ketua RT setempat, Sugiono, ia langsung menuju lokasi. Bukan sekadar menonton, ia sigap berkoordinasi dengan petugas pemadam dan menggerakkan warga untuk membuat garis pemisah agar api tak merambat ke rumah-rumah padat penduduk di sekitarnya.
Sinergi TNI, BPBD, dan Warga Jinakkan Kobaran dalam 85 Menit
“Saya melihat langsung lokasi dan memastikan tidak ada korban jiwa. Yang terpenting adalah mengendalikan kepanikan warga dan membantu petugas agar titik api tidak meluas,” ujar Sertu Frendi saat ditemui di lokasi kejadian. Aksi heroiknya nyata. Ia bahu membahu dengan 9 unit mobil pemadam, turut mengarahkan warga menyiram sisa-sisa api di area yang sulit dijangkau armada pemadam.
Berkat sinergi yang solid antara TNI, BPBD, dan warga, kobaran api berhasil dijinakkan pada pukul 15.12 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp10 juta pun tak bertambah parah berkat pemadaman cepat.
Bukti Nyata TNI Hadir sebagai Pelindung Masyarakat
Kehadiran Sertu Frendi Nijardo di tengah musibah menjadi bukti nyata bahwa TNI hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Aksi cepatnya ini tak hanya mencegah kerugian yang lebih besar, tetapi juga menenangkan warga yang sempat panik. Warga Kelurahan Surabaya pun mengucapkan terima kasih atas kepedulian Babinsa yang sigap dan selalu gembira dalam menjalankan tugas. Situasi hingga kini dalam keadaan aman dan kondusif.