Pencarian

BI Lampung Catat 889 Ribu Merchant QRIS hingga April 2026, Nilai Transaksi Tembus Rp1,87 Triliun

Jumat, 19 Juni 2026 • 19:16:31 WIB
BI Lampung Catat 889 Ribu Merchant QRIS hingga April 2026, Nilai Transaksi Tembus Rp1,87 Triliun
Bank Indonesia Lampung mencatat 889 ribu merchant QRIS hingga April 2026.

BANDARLAMPUNG — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto menyebutkan, ekosistem pembayaran digital di Lampung kian matang. Dari data yang dirilis Jumat (pekan lalu), jumlah pedagang atau usaha yang terdaftar sebagai merchant QRIS telah mencapai 889 ribu.

"Capaian ini menunjukkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap pembayaran digital, serta menguatnya fondasi ekonomi dan keuangan digital di Provinsi Lampung," kata Bimo dalam keterangan resmi.

Transaksi Tembus Rp1,87 Triliun

Volume transaksi yang tercatat mencapai 22,4 juta kali dengan nilai Rp1,87 triliun. Angka ini menjadi indikator bahwa penggunaan QRIS tidak lagi terbatas di kota besar, tetapi sudah merambah ke berbagai lapisan usaha di Lampung.

BI mencatat, pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya literasi digital masyarakat dan kemudahan akses pembayaran non-tunai di sektor ritel, kuliner, hingga jasa.

Digitalisasi Tak Cuma Buat Jual-Beli

Bimo menambahkan, pihaknya tidak hanya fokus pada perluasan jumlah merchant. Ke depan, digitalisasi akan didorong ke sektor-sektor strategis lainnya.

"Perluasan digitalisasi di berbagai sektor akan terus dilakukan mulai dari layanan publik, transportasi, UMKM, pendidikan, perlindungan sosial, dan inovasi daerah. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah," ujar dia.

Kolaborasi Jadi Kunci Perluasan

Untuk mencapai target tersebut, BI Lampung akan menggandeng pemerintah daerah, perbankan, serta pelaku industri. Langkah ini dinilai penting agar transformasi digital tidak hanya berjalan di permukaan, tetapi berdampak langsung pada daya saing ekonomi lokal.

Menurut Bimo, transformasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih adaptif dan berdaya saing.

Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks