Pencarian

Bandar Lampung 344 Tahun: IPM Tembus 80,46 Tapi 104 Ruang Kelas Rusak dan Puskesmas Terbatas Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Selasa, 16 Juni 2026 • 22:55:02 WIB
Bandar Lampung 344 Tahun: IPM Tembus 80,46 Tapi 104 Ruang Kelas Rusak dan Puskesmas Terbatas Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Indeks Pembangunan Manusia Bandar Lampung naik menjadi 80,46 pada 2024.

BANDAR LAMPUNG — Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bandar Lampung yang terus merangkak naik dari 77,44 pada 2020 menjadi 80,46 pada 2024 tidak otomatis membuat persoalan di sektor pendidikan dan kesehatan selesai. Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menilai momentum HUT ke-344 justru harus menjadi ruang evaluasi serius atas kualitas layanan dasar yang belum merata.

"Pertanyaan mendasar yang perlu kita ajukan adalah apakah pembangunan yang telah dilakukan benar-benar telah meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata? Apakah pendidikan dan kesehatan sebagai hak dasar warga telah memperoleh perhatian yang seimbang dengan pembangunan fisik?" ujar Asroni yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bandar Lampung.

Rasio Guru Baik, Tapi Kelas Rusak Masih Ada

Data RPJMD Kota Bandar Lampung 2025–2029 mencatat jumlah tenaga pendidik di jenjang PAUD, SD, dan SMP mencapai sekitar 12.700 orang. Rasio guru terhadap siswa terbilang ideal: PAUD 1:9,31, SD 1:15,66, dan SMP 1:12,16. Namun, kualitas pendidikan tidak bisa diukur dari jumlah guru semata.

Dinas terkait mencatat masih terdapat 104 ruang kelas dalam kondisi rusak ringan dan 25 ruang kelas rusak sedang hingga berat. Bagi Asroni, angka itu bukan sekadar statistik. "Bagi siswa yang setiap hari belajar di ruang kelas yang kurang layak, persoalan tersebut bukan sekadar statistik. Kondisi fisik sekolah yang kurang memadai dapat memengaruhi kenyamanan belajar," tegasnya.

Dalam dokumen RPJMD, Pemerintah Kota Bandar Lampung secara terbuka mengakui bahwa kualitas layanan pendidikan yang merata dan berkeadilan masih menjadi isu strategis pembangunan daerah. Pengakuan ini, menurut Asroni, menandakan bahwa keluhan masyarakat di lapangan memang nyata dan harus segera ditindaklanjuti.

31 Puskesmas untuk Ibu Kota Provinsi, Cukupkah?

Di sektor kesehatan, tantangan tak kalah berat. Bandar Lampung saat ini baru memiliki 31 puskesmas untuk melayani penduduk yang terus bertambah akibat urbanisasi. Sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi di Provinsi Lampung, kebutuhan pelayanan kesehatan warga meningkat setiap tahun.

Asroni mengingatkan bahwa dalam perspektif pembangunan modern, keberhasilan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau banyaknya infrastruktur fisik. Teori Human Development yang diperkenalkan Mahbub ul Haq dan dikembangkan Amartya Sen menempatkan manusia sebagai tujuan utama pembangunan.

"Pendidikan dan kesehatan bukan sekadar program pembangunan, melainkan hak konstitusional yang harus dijamin ketersediaan, aksesibilitas, dan kualitasnya," kata Asroni. Ia menambahkan bahwa investasi pada sektor pendidikan merupakan modal utama meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat, merujuk pada teori Human Capital dari Theodore Schultz dan Gary Becker.

Evaluasi, Bukan Sekadar Perayaan

Asroni menekankan bahwa peringatan hari jadi kota tidak semestinya hanya menjadi ajang perayaan. Momentum 344 tahun Bandar Lampung harus dimanfaatkan untuk melihat secara jernih apa yang sudah dicapai dan apa yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. "Sebagai ibu kota provinsi, Bandar Lampung seharusnya menjadi wajah terbaik pelayanan publik di Lampung," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: hariankandidat.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks