Pencarian

Tiga Pengaturan Bluetooth di Android yang Bisa Meningkatkan Kualitas Audio, Tiga Lainnya Hanya Mitos

Kamis, 04 Juni 2026 • 01:48:01 WIB
Tiga Pengaturan Bluetooth di Android yang Bisa Meningkatkan Kualitas Audio, Tiga Lainnya Hanya Mitos
Pengaturan codec LDAC dan aptX HD di Android dapat meningkatkan kejernihan audio.

Masalah ini muncul karena pabrikan ponsel menetapkan keseimbangan tertentu antara stabilitas koneksi dan fidelitas suara. Tujuannya agar panggilan telepon dan notifikasi tidak terputus, namun konsekuensinya, detail musik seperti rentang dinamis dan puncak frekuensi tinggi bisa terkikis. Bagi yang serius mendengarkan musik, mengubah beberapa opsi di menu developer bisa menjadi solusi.

Codec dan Bitrate: Dua Sekrup Utama yang Perusak Suara

Langkah pertama yang paling berdampak adalah memilih codec audio yang tepat. Android biasanya default ke SBC atau AAC yang dianggap aman, padahal banyak perangkat modern mendukung LDAC atau aptX HD yang mampu mentransfer data audio jauh lebih banyak. Pergantian ini bisa langsung terasa pada kejernihan suara, terutama pada trek dengan instrumentasi kompleks.

Setelah codec dipilih, jangan lupa periksa pengaturan bitrate. Di menu yang sama, biasanya ada opsi untuk memilih prioritas kualitas koneksi atau kualitas audio. Pilih yang terakhir, dan sistem akan mengalokasikan lebih banyak bandwidth untuk suara, bukan untuk stabilitas sinyal. Efeknya paling terasa saat ponsel berada di dekat headphone, tanpa halangan fisik berarti.

Mitos yang Tak Berguna: Sampling Rate dan HD Audio

Di sisi lain, ada beberapa pengaturan yang sering dibicarakan di forum-forum audiofil namun tidak memberikan dampak nyata. Salah satunya adalah mengubah sampling rate secara manual dari 44,1 kHz ke 96 kHz. Sebagian besar layanan streaming musik, termasuk Spotify dan Apple Music, mengirimkan audio dalam format 44,1 atau 48 kHz. Memaksa angka lebih tinggi hanya membuang daya baterai tanpa perubahan suara yang bisa didengar telinga manusia.

Fitur lain yang kerap disalahartikan adalah "HD Audio" atau "Hi-Res Audio" di pengaturan Bluetooth. Label ini sebenarnya hanya mengaktifkan kemampuan codec tertentu, bukan jaminan kualitas. Jika codec yang digunakan tetap SBC, mengaktifkan fitur ini tidak akan mengubah apa pun. Yang menentukan adalah kombinasi codec, bitrate, dan kualitas file sumber, bukan saklar ajaib.

Prioritaskan Kualitas Koneksi Hanya untuk Panggilan

Satu pengaturan lagi yang sebaiknya dihindari adalah mengaktifkan "Prioritaskan Kualitas Koneksi" saat mendengarkan musik. Opsi ini dirancang untuk panggilan suara, di mana latensi rendah dan koneksi stabil lebih penting daripada detail frekuensi. Saat dipakai untuk musik, justru akan memotong puncak frekuensi tinggi dan membuat suara terdengar datar.

Kesimpulannya, pengguna Android di Indonesia tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk aplikasi pemutar musik mahal demi suara lebih baik. Cukup masuk ke menu Developer Options, ganti codec ke LDAC atau aptX HD, set bitrate ke prioritas kualitas, dan biarkan pengaturan sampling rate tetap di default. Tiga langkah itu sudah cukup untuk membuka potensi headphone yang selama ini terpendam.

Bagikan
Sumber: howtogeek.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks