BANDAR LAMPUNG — Polisi mengungkap fakta baru di balik kasus penusukan yang melibatkan dua siswa SMP di Bandar Lampung. Pelaku, KAS (13), mengaku sudah lama menjadi sasaran perundungan oleh korban, V (13), termasuk ejekan yang menyangkut kondisi orang tuanya.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol. Alfret Jacob Tilukay, mengatakan pengakuan tersebut didapat dari hasil pemeriksaan sementara terhadap pelaku. "Pengakuannya, dia sering dibully oleh korban. Bahkan ada ejekan yang menyangkut kondisi orang tuanya," ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Kronologi Penusukan Berawal dari Perkelahian
Peristiwa bermula saat kedua siswa terlibat perkelahian di lingkungan sekolah. Dalam pertengkaran tersebut, korban disebut sempat memiting leher pelaku. Saat itulah KAS mengeluarkan pisau dapur yang telah dibawanya sejak awal.
"Ketika berkelahi, pelaku sempat dipiting korban lalu mengeluarkan pisau dan menusukkannya," tambah Kombes Alfret. Pisau tersebut diketahui dipinjam pelaku dari seorang temannya sebelum insiden terjadi.
Korban Masih Dirawat Intensif, Pelaku Tak Ditahan
Akibat kejadian itu, V mengalami luka tusuk pada bagian punggung dan pinggang. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, polisi tidak melakukan penahanan terhadap KAS. Hal ini karena usianya yang masih 13 tahun, atau belum genap 14 tahun, sehingga masuk dalam kategori anak yang berhadapan dengan hukum.
"Pelaku tidak ditahan karena usianya belum genap 14 tahun. Saat ini sudah kami kembalikan kepada orang tuanya sambil proses pemeriksaan berjalan," jelas Kombes Alfret.
Kasus Akan Diselesaikan dengan Diversi
Polisi memastikan penanganan perkara ini akan mengikuti mekanisme diversi sesuai Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Barang bukti yang diamankan berupa satu bilah pisau dapur yang digunakan pelaku saat menusuk korban.
Peristiwa ini kembali menyoroti maraknya kasus perundungan di kalangan pelajar yang berujung pada tindak kekerasan. Pihak sekolah dan orang tua diimbau lebih waspada terhadap tanda-tanda bullying yang bisa memicu aksi nekat serupa.