Pencarian

LaSEF 2026 di Bandarlampung Raup Rp230 Miliar, 7.000 Pengunjung Hadir

Senin, 11 Mei 2026 • 18:54:01 WIB
LaSEF 2026 di Bandarlampung Raup Rp230 Miliar, 7.000 Pengunjung Hadir
Pengunjung antusias menghadiri LaSEF 2026 di Lampung City Mall.

BANDARLAMPUNG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Lampung mencatat LaSEF 2026 yang digelar pada 8-10 Mei 2026 di Lampung City Mall menarik 7.000 pengunjung. Angka ini menjadi indikator kuat animo masyarakat terhadap ekonomi syariah di provinsi tersebut.

Kepala KpwBI Lampung Bimo Epyanto menyebutkan, festival ini bukan sekadar pameran. “Kegiatan ini mampu mendorong penjualan dengan nilai mencapai hingga ratusan juta rupiah,” ujarnya di Bandarlampung, Senin.

Komitmen Rp230 Miliar dari Business Matching

Angka yang lebih besar hadir dari skema business matching. Berkolaborasi dengan OJK Lampung, LaSEF 2026 menjembatani kebutuhan modal pelaku usaha dengan mitra perbankan syariah. Hasilnya, komitmen pendanaan senilai Rp230 miliar berhasil dikunci sepanjang 2026.

Bimo menjelaskan, dana itu akan dialokasikan untuk memperkuat sektor riil. “Menjembatani kebutuhan modal para pelaku usaha dengan mitra perbankan syariah melalui komitmen business matching bernilai Rp230 miliar,” katanya.

40 Pelaku Usaha dan Ribuan Produk Lokal Dipamerkan

Festival ini menghadirkan lebih dari 40 pelaku usaha. Produk yang dipamerkan meliputi kuliner, olahan pangan dan minuman, kopi khas Lampung, hingga wastra daerah. Seluruhnya berada dalam bingkai penguatan halal lifestyle.

Selain pameran, berbagai lomba kreatif turut meramaikan acara. Ada Lampung Brewpreneur Challenge 2026 untuk barista, Harmony in Syariah Nasyid Competition, dan Kompetisi Dakwah Ekonomi Syariah. “Ini menjadi ruang ekspresi bagi barista, nasyid, serta da’i muda berbakat,” ujar Bimo.

Pembagian Bibit Cabai Gratis untuk Ketahanan Pangan

LaSEF 2026 juga menghadirkan booth ketahanan pangan. Pengunjung bisa mendapatkan bibit cabai gratis sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian pangan. Langkah ini masuk dalam pilar penguatan Halal value chain yang diusung Bank Indonesia.

Bimo menegaskan, penyelenggaraan festival ini adalah bagian dari komitmen Bank Indonesia memperkuat ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan. “Melalui sinergi bersama pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan syariah, akademisi, pondok pesantren, dan pelaku usaha, ekonomi syariah diharapkan mampu menjadi penggerak utama penguatan sektor riil dan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Lampung,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks