BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung mencatat produksi telur dari Program Ayam Merah Putih telah menembus 30 ribu butir per hari. Capaian ini berasal dari rata-rata persentase produksi ayam petelur yang sudah berada di kisaran 70 hingga 90 persen.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung Lili Mawarti mengungkapkan, angka tersebut merupakan hasil bantuan yang mulai berproduksi pada 2025. “Di 2025 kemarin rata-rata ayam sudah berproduksi dengan persentase produksi mencapai 70-90 persen per hari,” ujarnya di Bandarlampung, Senin.
Bantuan 600 Ekor Ayam Petelur untuk 60 Kelompok
Program Ayam Merah Putih merupakan inisiatif pemerintah pusat yang memberikan ayam petelur beserta sarana pendukung secara gratis. Pada 2025, Provinsi Lampung mendapat alokasi 600 ekor ayam petelur yang disalurkan ke kelompok peternak terverifikasi.
Setiap kelompok penerima tidak hanya mendapatkan ayam, tetapi juga kandang, pakan, dan obat-obatan. “Bantuan ini diberikan kepada kelompok yang telah lolos verifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) oleh tim verifikator pusat dan daerah,” jelas Lili.
Total ada 60 kelompok yang menerima bantuan dari Kementerian Pertanian melalui Balai Veteriner pada tahun lalu. Sementara untuk 2026, sejumlah kelompok baru diusulkan melalui jalur aspirasi dan tiga di antaranya sudah masuk tahap verifikasi.
Target: Penuhi Protein dan Cegah Stunting
Pemerintah menempatkan program ini sebagai strategi pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat sekaligus upaya pencegahan stunting. Telur menjadi sumber protein yang mudah diakses dan murah jika dibandingkan daging atau ikan.
“Program ini bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani dan mencegah stunting. Ternak sudah mulai produksi dan memenuhi kebutuhan telur di wilayah sekitar kelompok peternak,” tambah Lili.
Dengan produksi yang terus berjalan, telur dari Program Ayam Merah Putih diharapkan mampu menekan angka malnutrisi di desa-desa sasaran. Hingga saat ini, Disnakkeswan Lampung masih memantau perkembangan produksi dan distribusi hasil ternak ke masyarakat sekitar.