BANDAR LAMPUNG — Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung menunjukkan tren positif signifikan dengan menempati posisi kedua tertinggi di Pulau Sumatera pada awal tahun 2026. Capaian ini memicu Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk menambah dukungan infrastruktur sosial bagi warga setempat.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengumumkan langsung penambahan kuota bantuan bedah rumah saat menghadiri Gala Dinner HUT Realestat Indonesia (REI) ke-54 di Graha Wangsa, Kamis malam (7/5/2026). Langkah ini diambil setelah melihat kesiapan tim Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengeksekusi program perumahan rakyat.
Apresiasi Pusat: Jatah Bedah Rumah Lampung Jadi 11.000 Unit
Menteri Maruarar Sirait memutuskan untuk mengalihkan sisa kuota nasional guna menambah jatah renovasi rumah tidak layak huni di Lampung. Keputusan ini menambah alokasi yang sebelumnya direncanakan sebanyak 9.500 unit menjadi total 11.000 unit rumah.
”Bapak Gubernur yang saya hormati, tadi sudah dikoreksi oleh Ibu Kepala BPS, Lampung pertumbuhannya nomor dua ya se-Sumatera. Karena itu barusan saya cek masih ada sisa kuota, saya tambahkan dari 9.500 jadi 11.000 bedah rumah buat Lampung,” ujar Maruarar di hadapan para pengusaha properti.
Guna mempercepat realisasi bantuan tersebut, Menteri PKP meminta Pemerintah Provinsi Lampung segera mengirimkan tim teknis ke Jakarta. Langkah koordinasi ini diperlukan untuk memproses administrasi pelaksanaan tambahan kuota agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam Satu Dekade Terakhir
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa angka 5,58 persen pada Triwulan I-2026 merupakan rekor pertumbuhan tertinggi bagi Lampung dalam sepuluh tahun terakhir. Posisi Lampung kini berada tepat di bawah Kepulauan Riau dalam skala regional Sumatera.
”Sejak 2015 di Provinsi Lampung ini belum pernah tumbuh 5,58 persen. Pertama kali dalam sepuluh tahun terakhir bahwa Lampung bisa menembus pertumbuhan yang relatif tinggi,” kata Amalia. Ia menambahkan bahwa secara nasional, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada periode yang sama, dengan sektor konstruksi dan investasi sebagai motor penggerak utama.
Hilirisasi Pertanian Jadi Strategi Kunci Gubernur Lampung
BPS menilai keberhasilan Lampung menembus angka pertumbuhan di atas rata-rata historisnya tidak lepas dari strategi kepemimpinan daerah. Fokus pada produktivitas dan pembangunan hilirisasi industri berbasis hasil pertanian menjadi faktor pembeda yang memperkuat struktur ekonomi daerah.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa capaian ekonomi ini merupakan buah dari program strategis yang difokuskan pada sektor pangan, energi, dan pemberdayaan masyarakat kecil. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong hilirisasi agar nilai tambah komoditas pertanian tetap berputar di daerah.
Garansi Kemudahan Akses Investasi bagi Anggota REI
Dalam momentum HUT REI tersebut, Gubernur Mirza yang juga memiliki latar belakang pengusaha properti, memberikan jaminan kemudahan bagi para investor. Ia memastikan proses administrasi dan perizinan bagi pengembang perumahan akan dipermudah guna mendukung target pembangunan hunian nasional.
“Ke depan Provinsi Lampung akan sangat mendukung investasi terutama dari teman-teman REI, akan memudahkan segala proses administrasi dan lain-lain. Saya yakin dengan kolaborasi yang baik antara Pemprov Lampung dengan anggota REI akan menjadi dorongan yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi,” tegas Gubernur Mirza.
Selain fokus pada perumahan subsidi, Pemerintah Provinsi Lampung juga mengajak para pengusaha properti dari seluruh Indonesia untuk melihat potensi pariwisata daerah. Momentum kehadiran pengusaha nasional ini diharapkan menjadi pintu masuk investasi baru yang lebih luas di berbagai sektor unggulan Lampung.