BANDAR LAMPUNG — Rekapitulasi suara dalam rapat senat tertutup mencatat Budiono mengumpulkan 22 suara dari total 47 suara yang masuk. Perolehan itu menempatkannya di urutan teratas, tetapi belum berstatus sebagai rektor terpilih.
Pemilihan Rektor Unila untuk periode 2027–2031 masih menyisakan beberapa tahapan. Panitia akan melanjutkan ke penyampaian visi dan misi kandidat, lalu mekanisme pemungutan suara yang melibatkan unsur Kementerian Pendidikan sesuai ketentuan pemilihan.
Ketua Umum Gepak Lampung Wahyudi menyampaikan ucapan selamat kepada Budiono atas capaian pada tahap tersebut. Ia menilai perolehan suara terbanyak sebagai bagian dari proses demokrasi di lingkungan perguruan tinggi.
"Selamat kepada Dr. Budiono atas kepercayaan yang diberikan melalui perolehan suara terbanyak pada tahap ini. Tentu, hasil tersebut patut diapresiasi. Namun, kita juga harus memahami bahwa proses pemilihan Rektor belum selesai dan masih ada tahapan lanjutan yang harus dihormati bersama," ujar Wahyudi.
Menurut Wahyudi, pemilihan rektor bukan semata persoalan jumlah suara. Ada harapan besar terhadap masa depan kampus, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, penguatan penelitian, hingga kontribusi nyata bagi masyarakat.
Wahyudi berharap seluruh rangkaian pemilihan Rektor Unila berlangsung objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif agar setiap tahapan berjalan lancar.
"Yang terpenting adalah bagaimana proses ini menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Universitas Lampung semakin berkembang, menjaga kualitas pendidikan, memperkuat penelitian, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat. Unila memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul, khususnya bagi Provinsi Lampung," katanya.
Ia berharap rektor yang nantinya terpilih mampu merangkul seluruh elemen sivitas akademika tanpa membedakan latar belakang maupun pandangan selama proses pemilihan. Kebersamaan dan kolaborasi dinilainya sebagai modal penting untuk memperkuat tata kelola institusi dan daya saing Unila di tingkat nasional maupun internasional.
"Kami berharap pemilihan ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, bukan menimbulkan perpecahan. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin Unila harus mampu mengakomodasi aspirasi sivitas akademika dan bekerja demi kepentingan kampus serta masa depan mahasiswa," tegasnya.
Gepak Lampung, kata Wahyudi, menghormati seluruh mekanisme pemilihan yang sedang berjalan. Ia mengajak semua pihak menunggu hasil akhir dan menghormati keputusan resmi sesuai ketentuan.
"Sekali lagi, kami mengucapkan selamat kepada Dr. Budiono atas capaian pada tahap ini. Kita tunggu proses selanjutnya hingga ada penetapan resmi. Harapan kami, Unila ke depan semakin maju, berintegritas, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," pungkasnya.
Perolehan suara terbanyak Budiono pada tahap ini menjadi bagian dari rangkaian pemilihan. Penetapan Rektor Unila terpilih tetap menunggu penyelesaian seluruh tahapan resmi, termasuk penyampaian visi dan misi serta pemungutan suara yang melibatkan Kementerian Pendidikan.