BANDAR LAMPUNG — Plt Kepala BPJN Lampung Giri Yudhono menyatakan pihaknya telah mengusulkan kebutuhan Rp 2 triliun untuk program IJD di wilayahnya. Dari pengajuan itu, alokasi yang diperkirakan disetujui sekitar Rp 600 miliar. "Rencana kita akan mendapat alokasi kurang lebih Rp600 miliar untuk program IJD dari usulan yang pernah kita sampaikan sekitar Rp2 triliun. Cuma sekarang kita juga sedang menunggu kepastiannya dari pemerintah pusat," kata Giri, Jumat (23/10/2026).
Dana IJD akan dipakai menangani 19 ruas jalan yang tersebar di 15 kabupaten/kota se-Lampung. Panjang tiap ruas bervariasi, mulai sekitar 2 kilometer hingga 7 kilometer. Secara keseluruhan, total jalan yang direncanakan diperbaiki berada di kisaran 70 sampai 80 kilometer.
Beberapa ruas yang masuk daftar antara lain lanjutan Jalan Teuku Cik Ditiro di Bandar Lampung, ruas Putih Doh, serta akses jalan menuju RSUD KH. M. Thohir. "Khusus akses menuju RSUD KH. M. Thohir, peningkatan kondisi jalan menjadi salah satu bagian dari rencana penanganan infrastruktur daerah. Akses jalan yang memadai diperlukan untuk mendukung mobilitas masyarakat, termasuk warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan," ujar Giri.
Waktu pengeluaran anggaran yang bergeser ke akhir tahun mengubah skema pelaksanaan pekerjaan. BPJN Lampung merencanakan sebagian besar paket dikerjakan dengan skema tahun jamak atau multiyears agar pelaksanaan bisa menyesuaikan ketersediaan anggaran dan tahapan pekerjaan di lapangan.
Meski dana belum turun, proses pengadaan berjalan paralel. "Karena pengeluaran anggarannya mundur ke akhir tahun, sebagian besar akan dipaketkan multiyears. Tapi secara paralel, saat ini kita sudah mulai pengadaannya, pelelangannya sudah. Mudah-mudahan seminggu ini atau minggu depan anggarannya turun,