LAMPUNG UTARA — Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Lampung Utara tidak melulu soal pembangunan fisik. Di sela-sela pengerjaan infrastruktur, Kodim 0412/LU menyisipkan penguatan ideologi bagi generasi muda lewat Penyuluhan Wawasan Kebangsaan (Wasbang).
Pasipers Kodim 0412/LU Kapten Inf Sugiono menjadi narasumber utama. Di hadapan puluhan pemuda dan pemudi Desa Baru Raharja, ia mengingatkan bahwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar hafalan di bangku sekolah.
“Pancasila adalah pemersatu, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah kekayaan kita. Pemuda hari ini harus bisa memanfaatkan inovasi dan teknologi untuk hal-hal positif yang membangun bangsa, bukan justru terpecah belah oleh narasi negatif di media sosial,” tegas Kapten Inf Sugiono dalam pemaparannya.
Penyuluhan ini dirancang interaktif. Para peserta tak hanya duduk mendengarkan, tetapi juga diberi ruang bertanya dan berdiskusi. Antusiasme terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung hangat selepas materi inti.
Materi yang disampaikan menekankan tiga poin utama: membentengi diri dari pengaruh negatif global, mengimplementasikan gotong royong dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk memajukan desa.
Pemuda desa juga didorong untuk melek teknologi dan adaptif terhadap perkembangan digital tanpa kehilangan jati diri bangsa. Menurut Kapten Sugiono, tantangan dunia digital saat ini membutuhkan pegangan moral dan kebangsaan yang kokoh.
Melalui TMMD ke-129 ini, Kodim 0412/LU berharap dapat melahirkan generasi muda daerah yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki nasionalisme yang kuat. Program non-fisik ini menjadi pelengkap dari pembangunan jalan dan fasilitas umum yang tengah dikerjakan di wilayah tersebut.
Kegiatan serupa direncanakan berlanjut di desa-desa lain selama masa TMMD berlangsung. Sasaran utamanya tetap pemuda sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.