BANDARLAMPUNG — Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico mengumumkan bahwa dari total kuota tersebut, sebanyak 42.660 kursi dialokasikan untuk 208 SMA negeri. Sementara itu, 33.634 kursi lainnya disiapkan oleh 110 SMK negeri yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
Thomas secara khusus mengimbau para calon siswa yang sebelumnya belum berhasil lolos seleksi di SMA Unggul agar segera mendaftar ke sekolah reguler. "Saya minta kepada anak-anak yang sebelumnya belum tertampung di SMA Unggul agar bisa mendaftar hari ini di SMA reguler," ujarnya di Bandarlampung, Senin.
Ia menegaskan bahwa pendaftaran jalur reguler ini masih terbuka lebar hingga batas akhir yang ditentukan. Momentum ini dinilai krusial bagi siswa yang ingin memastikan tempat duduk di sekolah negeri sebelum kuota habis.
Dalam mekanisme penerimaan, Disdikbud Lampung menerapkan beberapa jalur, salah satunya jalur domisili. Namun, Thomas menekankan bahwa faktor utama yang menentukan kelulusan tetaplah nilai akademik calon peserta didik.
"Untuk jalur domisili itu syaratnya tetap ada, tetapi penentunya adalah nilai. Nilai tertinggi itulah yang akan diterima," jelasnya. Jika terdapat peserta dengan nilai yang sama, barulah seleksi dilanjutkan dengan mempertimbangkan jarak tempat tinggal calon siswa ke sekolah tujuan.
Kebijakan ini berbeda dari sistem zonasi murni yang sempat diterapkan di beberapa daerah lain. Lampung memilih kombinasi nilai dan domisili untuk menjaga kualitas akademik sekaligus memberikan kesempatan bagi siswa yang tinggal di sekitar sekolah.
Dengan total 318 sekolah negeri yang berpartisipasi, Disdikbud Lampung berharap seluruh lulusan SMP/MTs di provinsi ini mendapatkan akses pendidikan menengah yang layak. Kuota 76.294 siswa ini mencakup kebutuhan hampir seluruh wilayah Lampung, dari pesisir hingga pedalaman.
Para orang tua dan calon siswa diimbau untuk segera melengkapi persyaratan administrasi dan memantau jadwal pendaftaran secara daring maupun luring di masing-masing sekolah tujuan. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi Disdikbud Lampung atau kantor dinas setempat.