LAMPUNG — Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengumumkan langsung komitmen negaranya melalui platform X, Senin (15/6). Ia menyebut Roma akan bergabung bersama mitra lain, namun tetap harus menanti restu parlemen.
“Kami siap, bersama mitra-mitra lain dan dengan persetujuan parlemen yang diperlukan, untuk berkontribusi pada kehadiran angkatan laut internasional guna mendukung pembukaan penuh kembali Selat Hormuz,” ujar Meloni.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dan gas dunia. Pembukaan kembali jalur ini menjadi isu krusial bagi stabilitas pasar energi global dan keamanan kawasan Timur Tengah.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebelumnya mengumumkan bahwa AS dan Iran mencapai kesepakatan setelah negosiasi intensif. Kedua pihak menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon.
Meloni menyambut baik kesepakatan yang turut melibatkan Prancis, Jerman, dan Inggris tersebut. Ia secara khusus berterima kasih kepada para mediator, terutama Qatar dan Pakistan.
Menurut Meloni, kesepakatan itu membuka peluang perdamaian yang harus dimanfaatkan. “Italia, seperti pada masa lalu, siap mendukung proses diplomatik menuju kesepakatan yang menyeluruh,” katanya.
Dalam pernyataan yang sama, Meloni menekankan pentingnya penghentian permusuhan di Lebanon. Ia mengatakan Italia akan terus bekerja untuk mendukung kedaulatan Lebanon.
Kontribusi Italia ke armada internasional di Selat Hormuz akan menjadi uji nyata bagi komitmen diplomatik Roma pasca-kesepakatan AS-Iran. Keputusan akhir kini berada di tangan parlemen Italia.