LAMPUNG — Penandatanganan dilakukan oleh Sekjen PBSI Ricky Subagja dan Presiden BAJ Mitsuru Murai di Jakarta. Langkah ini merupakan tindak lanjut pertemuan kedua organisasi pada Januari lalu yang bertepatan dengan Indonesia Masters 2026.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pembinaan atlet junior, koordinasi kamp pelatihan, dan program adaptasi. Kedua asosiasi juga sepakat untuk saling mendukung logistik serta kesiapan kompetisi selama masa persiapan menuju Asian Games 2026.
"PBSI berkomitmen untuk membangun kemitraan jangka panjang yang strategis dan saling menguntungkan dengan BAJ," ujar Ricky Subagja dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya kepercayaan dan komunikasi terbuka agar sinergi ini menghasilkan kolaborasi konkret.
Mitsuru Murai mengaku sangat terhormat bisa memperluas kolaborasi dengan PBSI. Menurutnya, tradisi besar dan sejarah panjang Indonesia di bulu tangkis menjadi alasan utama BAJ menggandeng PBSI.
"Kami sangat senang dapat menyelesaikan perjanjian kemitraan komprehensif ini dengan PBSI sebagai bagian dari strategi global BAJ," kata Mitsuru. Ia menambahkan komitmen organisasinya untuk menciptakan dunia yang inspiratif dan sejahtera melalui olahraga.
PBSI berharap kerja sama ini mampu memperkuat daya saing atlet dan meningkatkan kualitas pembinaan. Targetnya, prestasi di tingkat regional dan global bisa lebih baik ke depannya.
Selain aspek teknis, kedua organisasi sepakat untuk saling mempromosikan budaya Indonesia dan Jepang. Beberapa aspek lain juga turut disepakati untuk kepentingan yang lebih besar, meski tidak dirinci lebih lanjut dalam pernyataan resmi.
Mitsuru berharap kolaborasi yang diperluas di luar arena kompetitif ini bisa menciptakan nilai baru bagi komunitas bulu tangkis di seluruh Asia dan dunia.