BANDAR LAMPUNG — Lonjakan permintaan hewan kurban dari Lampung tidak hanya terjadi pada sapi. Berdasarkan data sementara lalu lintas ternak antarprovinsi dan antarkabupaten/kota yang dihimpun dari Asosiasi Peternak dan Pengemuk Sapi Indonesia (APPSI) Wilayah Lampung, hampir semua jenis ternak mengalami peningkatan signifikan.
Kenaikan paling fantastis terjadi pada penjualan domba. Jika pada 2025 hanya tercatat 1.764 ekor, tahun ini melonjak menjadi 3.912 ekor atau meningkat hingga 121,76 persen. Penjualan kerbau juga naik 39,25 persen, dari 242 ekor menjadi 337 ekor.
Namun, penjualan kambing justru mengalami sedikit penurunan. Dari 143.335 ekor pada 2025, turun menjadi 139.917 ekor pada 2026 atau berkurang sekitar 2,38 persen. Penurunan ini diduga dipicu oleh pergeseran preferensi masyarakat yang mulai beralih ke sapi, kerbau, maupun domba untuk kebutuhan ibadah kurban tahun ini.
Selain memenuhi kebutuhan kurban di kabupaten/kota se-Lampung, distribusi ternak asal provinsi ini juga menyasar berbagai daerah di Indonesia. Untuk ternak sapi, pengiriman dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, hingga Sumatera Selatan.
Adapun pengiriman kambing dan domba dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, serta Kalimantan Tengah.
Meningkatnya permintaan hewan kurban dari berbagai daerah menunjukkan tingginya kepercayaan pasar terhadap kualitas ternak asal Lampung. Kondisi ini sekaligus memperlihatkan peran strategis Lampung sebagai salah satu daerah penyangga utama kebutuhan ternak nasional menjelang Idul Adha. Data tersebut bersumber dari laporan lalu lintas ternak antarprovinsi serta data APPSI Wilayah Lampung.