Rupiah Dekati Rp17.900 per Dolar AS Pagi Ini, Analis Sebut Sentimen Perang AS-Iran Kembali Tekan Mata Uang Asia

Penulis: Syaiful Bahri  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48:01 WIB
Rupiah melemah mendekati Rp17.900 per dolar AS di tengah sentimen konflik AS-Iran.

JAKARTA — Tekanan terhadap rupiah belum mereda. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.00 WIB, mata uang Garuda nyaris menyentuh level psikologis Rp17.900 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah menguatnya dolar AS secara global setelah kabar penyerangan terbaru AS ke Iran.

Dolar AS Menguat, Seluruh Mata Uang Asia Ikut Tertekan

Pelemahan rupiah tidak berdiri sendiri. Sejumlah mata uang utama di kawasan Asia juga kompak melemah terhadap dolar AS pada pagi ini. Ringgit Malaysia turun 0,24 persen, dolar Singapura melemah 0,16 persen, dan peso Filipina terkoreksi 0,18 persen.

Yuan China dan yen Jepang masing-masing turun tipis 0,05 persen dan 0,04 persen. Satu-satunya mata uang yang mencatatkan penguatan adalah dolar Hong Kong, naik 0,03 persen.

Mata Uang Negara Maju Juga Tak Berkutik

Di pasar global, tekanan terhadap mata uang utama negara maju juga terlihat. Euro Eropa turun 0,13 persen, poundsterling Inggris melemah 0,19 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,29 persen. Dolar Kanada dan franc Swiss juga berada di zona merah dengan pelemahan masing-masing 0,10 persen dan 0,20 persen.

Analis: Konflik Timur Tengah Kembali Jadi Pemicu

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah pagi ini merupakan respons langsung terhadap berita penyerangan terbaru AS ke Iran. Menurutnya, situasi ini memperumit prospek perdamaian di Timur Tengah dan mendorong investor global kembali berlindung ke aset dolar AS.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat menyusul berita penyerangan terbaru AS ke Iran, memperumit prospek harapan pada perdamaian di Timur Tengah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Rentang Pergerakan Rupiah Hari Ini

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS. Level Rp17.900 menjadi resisten psikologis yang jika ditembus, potensi pelemahan lebih lanjut terbuka lebar.

Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang bisa memicu volatilitas mendadak, terutama menjelang akhir pekan.

Apa Dampak Pelemahan Rupiah bagi Harga Barang?

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS biasanya berdampak langsung pada harga barang impor, termasuk bahan baku industri, elektronik, dan produk konsumen lainnya. Semakin lemah rupiah, semakin tinggi potensi kenaikan harga di pasar domestik dalam beberapa pekan ke depan.

Kapan Rupiah Berpotensi Kembali Menguat?

Penguatan rupiah sangat bergantung pada meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan sinyal kebijakan suku bunga dari bank sentral AS. Jika tidak ada eskalasi baru, analis melihat potensi technical rebound dalam beberapa hari ke depan.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top