Ponsel QWERTY BlackBerry-Style Kembali Tren di 2026, Ini Pilihan Terbarunya

Penulis: Ferdian Syah  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 21:59:01 WIB
Clicks Communicator menampilkan keyboard QWERTY sentuh dengan Android 16 di CES 2026.

LAMPUNG — BlackBerry mungkin sudah tidak lagi memproduksi ponsel sendiri, tapi semangat keyboard fisik QWERTY justru hidup kembali di tangan vendor lain. Di CES 2026, Clicks memperkenalkan Clicks Communicator, ponsel Android 16 dengan keyboard QWERTY lengkap. Sementara itu, Unihertz dari China baru saja memamerkan dua penerus Titan 2 di MWC 2026. Ada pula Minimal Phone yang mengusung layar e-paper hitam-putih, serta Zinwa Q25 yang merupakan hasil konversi BlackBerry Classic ke Android 13.

Mengapa Keyboard Fisik Kembali Dilirik?

Fenomena ini bukan sekadar nostalgia mantan pengguna BlackBerry. Banyak pengguna yang mengetik dalam volume tinggi—seperti jurnalis, customer service, atau pebisnis—merasa keyboard virtual masih rawan bug. Contoh nyata adalah masalah keyboard iPhone yang dikeluhkan sebagian pengguna beberapa waktu terakhir.

Alasan lain: semua ponsel flagship kini tampil seragam dengan layar penuh dan bezel tipis. Ponsel QWERTY menawarkan diferensiasi visual yang kuat. Lebih dari itu, pengguna yang ingin mengurangi screen time bisa memanfaatkan perangkat ini sebagai ponsel sekunder untuk komunikasi dan produktivitas, karena konsumsi konten di layar kecil jadi kurang menarik.

Unihertz Titan 2 Elite: Penerus Paling Siap Pakai

Unihertz Titan 2 Elite dan Titan 2 Elite Pro adalah dua varian yang paling banyak dibicarakan. Keduanya hadir setelah kampanye Kickstarter Titan 2 pada musim panas 2025 berhasil mengumpulkan lebih dari 7.000 pendukung dengan total dana lebih dari Rp33 miliar. Untuk varian Elite dan Elite Pro, hampir 9.000 pendukung telah berkomitmen dengan dana lebih dari Rp66 miliar.

Kedua ponsel ini mengusung layar OLED 4,03 inci dengan refresh rate 120 Hz, dukungan 5G, eSIM, dan slot microSD. Perbedaan utama: model Elite Pro menggunakan prosesor yang lebih tinggi dan penyimpanan internal 512 GB (Elite 256 GB). Harga pre-order langsung dari Unihertz adalah Rp8,08 juta untuk Elite dan Rp9,57 juta untuk Elite Pro.

Clicks Communicator: Ponsel Baru dengan Keyboard Touch

Dengan banderol Rp8,23 juta, Clicks Communicator menawarkan paket kompetitif: layar OLED 4,03 inci, prosesor MediaTek Dimensity 8300, RAM yang cukup untuk multitasking, dan keyboard QWERTY yang juga mendukung input sentuh. Ponsel ini menjalankan Android 16 dan dijanjikan pembaruan software selama lima tahun.

Fitur lain yang jarang ditemukan di ponsel sekecil ini: pengisian daya nirkabel Qi2, jack audio 3,5 mm, dan LED yang bisa dikustomisasi di sekitar tombol Prompt Key. Bagi yang tidak ingin ganti ponsel utama, Clicks juga menjual aksesori keyboard untuk iPhone dan Android tertentu.

Alternatif Lain: Minimal Phone dan Zinwa Q25

Minimal Phone seharga Rp7,42 juta hadir dengan layar e-paper hitam-putih dan Android 14 yang mendukung Google Play. Perangkat ini cocok untuk Anda yang benar-benar ingin meminimalkan distorsi visual dan memperpanjang daya tahan baterai.

Sementara Zinwa Q25 dari Zinwa Technologies adalah BlackBerry Classic yang diotaki ulang dengan Android 13. Harganya sekitar Rp6,6 juta. Kedua opsi ini lebih niche, tapi menawarkan pengalaman yang benar-benar berbeda dari ponsel kebanyakan.

Siapa yang Paling Cocok?

Tren ponsel QWERTY di 2026 bukan untuk semua orang. Jika Anda adalah pengguna yang mengetik banyak email, pesan, atau catatan setiap hari, dan merasa keyboard virtual menghambat produktivitas, perangkat seperti Titan 2 Elite atau Clicks Communicator layak dipertimbangkan. Juga cocok untuk Anda yang ingin ponsel sekunder yang fungsional tanpa godaan scrolling tanpa akhir.

Bagi pengguna di Indonesia, belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan dari distributor lokal. Namun, pembelian langsung dari situs resmi masing-masing vendor tetap bisa dilakukan dengan memperhitungkan biaya pengiriman dan bea masuk.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: bgr.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top