Komisi III DPRD Bandar Lampung Dukung Smart BRT Itera Jadi Pilot Project Transportasi Modern

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 05:08:53 WIB
Komisi III DPRD Bandar Lampung mendukung Smart BRT Itera sebagai pilot project transportasi modern.

BANDAR LAMPUNG - Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung memberikan dukungan penuh terhadap pengoperasian layanan transportasi publik cerdas Smart BRT Itera yang melayani rute Kampus Itera menuju Mall Boemi Kedaton. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung DPRD Kota Bandar Lampung, Kamis (30/4/2026), legislatif menilai inovasi transportasi berbasis teknologi ini merupakan terobosan penting untuk menciptakan sistem angkutan massal yang berkelanjutan.

Sinergi Kampus dan Pemerintah Daerah

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, A.Md., serta dihadiri sejumlah anggota komisi seperti Agus Widodo, Rizaldi Adrian, Agung Zawil Afkar Al Muhtad, dan Wiwik Anggraini. Dari pihak eksekutif, hadir perwakilan Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung yang diwakili Kepala Bidang Angkutan Jalan, Achmad Ridhotama Sudirman. Sementara itu, tim pengembang dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) memaparkan detail operasional armada tersebut.

Ketua Komisi III Agus Djumadi menegaskan bahwa Smart BRT Itera bukan sekadar tambahan moda transportasi biasa, melainkan simbol perubahan menuju layanan publik yang lebih efisien. Ia melihat prototipe yang dikembangkan kampus ini sangat layak untuk dijadikan percontohan bagi pengembangan transportasi di Bandar Lampung secara luas ke depannya.

“Kami mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan Itera. Prototipe ini sangat baik untuk dijadikan pilot project dalam menciptakan sistem transportasi publik yang berkelanjutan di Bandar Lampung,” ujar Agus Djumadi di hadapan forum. Meski mengapresiasi inovasi kampus, DPRD mengingatkan bahwa tanggung jawab pengelolaan transportasi tetap berada di tangan pemerintah daerah, sehingga Smart BRT Itera diharapkan menjadi referensi utama dalam penyusunan kebijakan transportasi perkotaan.

Integrasi Teknologi AI dan Sistem Digital

Dosen Itera sekaligus tim pengembang Smart BRT, Muhammad Abi Berkah Nadi, menjelaskan bahwa layanan ini mengusung konsep transportasi cerdas yang belum banyak diterapkan di daerah lain. Salah satu keunggulan utamanya adalah penggunaan kamera pengawas berbasis artificial intelligence (AI) untuk memantau kondisi di dalam bus dan keamanan penumpang. Selain itu, sistem pelacakan armada secara real-time juga telah terintegrasi melalui aplikasi digital.

Sistem pembayaran pada Smart BRT Itera pun sudah sepenuhnya mendukung gerakan non-tunai (cashless). Penumpang dapat melakukan transaksi menggunakan QRIS maupun TapCash, yang dinilai lebih praktis dan transparan. Pengembangan sistem ini melibatkan kolaborasi aktif antara dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Itera, sebagai wujud nyata hilirisasi riset perguruan tinggi ke masyarakat.

“Tujuan kami adalah mendorong masyarakat kembali menggunakan transportasi publik sekaligus menghadirkan pengembangan teknologi hasil riset dan inovasi dari Itera,” kata Muhammad Abi Berkah Nadi. Selain fitur keamanan dan pembayaran, armada bus ini juga dilengkapi dengan fasilitas wifi gratis untuk menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan di rute sepanjang koridor Itera hingga Mall Boemi Kedaton.

Operasional dan Target Jangkauan Masyarakat

Saat ini, Smart BRT Itera beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB dengan tarif flat yang sangat terjangkau, yakni Rp5.000 per penumpang. Rute Kampus Itera menuju Mall Boemi Kedaton dipilih karena merupakan salah satu jalur dengan mobilitas tinggi, baik bagi mahasiswa maupun warga umum yang beraktivitas di kawasan perbatasan Lampung Selatan dan Bandar Lampung.

Pihak pengelola memastikan bahwa operasional bus ini akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala. Evaluasi tersebut mencakup ketepatan waktu, efektivitas rute, hingga respons masyarakat pengguna jasa. Jika hasil evaluasi menunjukkan tren positif, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penyesuaian rute atau penambahan armada sesuai dengan kebutuhan lapangan dan dinamika transportasi di kota ini.

Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung menyambut baik referensi teknologi yang ditawarkan Itera. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat perbaikan layanan angkutan umum massal di Bandar Lampung agar lebih diminati masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi yang kerap memicu kemacetan di jam-jam sibuk.

Reporter: Redaksi
Back to top