Pencarian

5 Drama Korea yang Syuting di Indonesia, dari Bali sampai Bintan

Rabu, 21 Oktober 2026 • 22:33:01 WIB
5 Drama Korea yang Syuting di Indonesia, dari Bali sampai Bintan
Drama Korea What Happened in Bali (2004) menggunakan Bali sebagai latar cerita tokoh utama yang bekerja sebagai agen perjalanan.

LAMPUNG — Sejumlah drama Korea telah memakai Indonesia sebagai lokasi pengambilan gambar, dengan Bali dan Pulau Bintan sebagai titik yang paling sering muncul. What Happened in Bali (2004) hingga Worlds Within (2008) membawa aktor seperti Ha Ji Won, Hyun Bin, dan Song Hye Kyo syuting di Tanah Air. Pilihan lokasi itu umumnya mengikuti kebutuhan cerita, bukan semata strategi promosi pariwisata.

Drama Korea tidak selalu berlatar Seoul atau kota-kota besar Korea Selatan. Sejak awal 2000-an, sejumlah produksi memindahkan kamera ke Indonesia, memakai pantai tropis dan kawasan resor sebagai latar cerita yang menuntut suasana berbeda.

Bali mendominasi daftar tersebut. Pulau Bintan di Kepulauan Riau menyusul sebagai alternatif, sementara satu judul merupakan kolaborasi langsung antara industri hiburan Indonesia dan Korea Selatan.

What Happened in Bali (2004), Bali sebagai Dunia Kerja Tokoh Utama

Drama yang juga dikenal dengan judul Memories in Bali ini dibintangi Ha Ji Won, Jo In Sung, So Ji Sub, dan Park Ye Jin. Ceritanya mengikuti Soo Jung, perempuan Korea yang bekerja sebagai agen perjalanan di Bali.

Kehidupannya berubah setelah bertemu tiga karakter yang terjerat hubungan cinta rumit. Bali menjadi lokasi yang relevan karena berkaitan langsung dengan pekerjaan dan keseharian tokoh utama.

Pemandangan tropis, garis pantai, dan kawasan wisata memberi suasana yang jauh dari latar perkotaan Korea Selatan. Bagi penonton Indonesia, kemunculan lokasi lokal di drama berating tinggi saat itu menjadi daya tarik tersendiri.

First Love of the Royal Prince (2004), Pantai Balangan di Bali Selatan

Drama romantis ini dibintangi Sung Yu Ri, Cha Tae Hyun, dan Kim Nam Jin. Kisahnya mengikuti Kim Yu Bin, seorang pemandu wisata yang terlibat cinta dengan Choi Gun Hee, pria dari keluarga kaya.

Hubungan mereka berkembang di tengah perbedaan latar belakang dan kehadiran orang ketiga. Salah satu lokasi yang dikaitkan dengan produksi ini adalah Pantai Balangan di Bali Selatan.

Pantai dan tebing di kawasan tersebut mendukung suasana romantis sekaligus memperkuat gambaran Bali sebagai destinasi wisata. Informasi rinci soal proses syuting dan alasan resmi pemilihan lokasi masih terbatas.

Worlds Within (2008), Hyun Bin dan Song Hye Kyo di Bintan

Penggemar Hyun Bin dan Song Hye Kyo bisa menelusuri jejak keduanya di drama ini. Worlds Within mengikuti Jung Ji Oh dan Joo Joon Young, dua sutradara drama televisi yang menjalin hubungan pribadi sekaligus menghadapi tekanan pekerjaan.

Salah satu lokasi pengambilan gambar yang dikaitkan dengan drama ini adalah Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Pantai dan kawasan resor Bintan menawarkan suasana tropis yang kontras dengan lingkungan perkotaan Korea.

Pemilihan Bintan menunjukkan daya tarik Indonesia tidak berhenti di Bali. Belum ada informasi memadai untuk memastikan apakah pertimbangan produksi berkaitan dengan biaya, perizinan, atau strategi pemasaran.

Saranghae, I Love You (2012), Kolaborasi Indonesia-Korea

Berbeda dari tiga judul sebelumnya, serial ini merupakan proyek gabungan Indonesia dan Korea Selatan. Penyanyi Korea Tim Hwang beradu akting dengan aktris Indonesia Revalina S. Temat.

Ceritanya mengikuti Kim Young Min, penyanyi Korea yang pergi ke Bali dan bertemu Ayu, perempuan Indonesia yang kemudian menjadi bagian penting dalam hidupnya. Pengambilan gambar berlangsung di Indonesia dan Korea Selatan, dengan Jakarta serta Bali masuk dalam latar cerita.

Kehadiran pemain dari kedua negara membuat pendekatan serial ini berbeda. Unsur Indonesia bukan sekadar latar visual, karena kehidupan karakter lokal dan hubungan lintas budaya menjadi bagian dari cerita.

Mengapa Produser Korea Memilih Indonesia

Ada beberapa alasan yang membuat Indonesia menarik. Pertama, lanskapnya beragam, mulai dari pantai dan hutan tropis hingga kawasan perkotaan. Kedua, lokasi seperti Bali punya identitas visual yang berbeda dari Korea Selatan.

Ketiga, lokasi luar negeri dapat memperkuat cerita, terutama ketika karakter dituntut berlatar perjalanan atau bekerja di sektor pariwisata. Dalam banyak kasus, kebutuhan cerita lebih masuk akal daripada strategi pemasaran.

Potensi promosi pariwisata bisa menjadi manfaat tambahan, tetapi tidak otomatis menjadi tujuan utama produksi. Syuting di luar negeri juga menuntut koordinasi soal izin lokasi, transportasi, jadwal pemain, dan pengaturan kegiatan di ruang publik.

Jejak produksi drama Korea di Indonesia memperlihatkan satu hal: destinasi lokal sudah lama masuk radar industri hiburan internasional. Bagi penonton Indonesia, daftar ini bisa jadi tontonan alternatif sekaligus cara melihat kembali pantai dan kawasan wisata sendiri dari sudut pandang layar Korea.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kapanlagi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks