Pencarian

Pemkab Lampung Selatan Siapkan 13.000 Hektare Lahan Bioetanol, 10.000 Hektare untuk Jagung

Selasa, 22 September 2026 • 10:04:32 WIB
Pemkab Lampung Selatan Siapkan 13.000 Hektare Lahan Bioetanol, 10.000 Hektare untuk Jagung
Lahan seluas 13.000 hektare disiapkan Pemkab Lampung Selatan untuk pengembangan bioetanol.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyiapkan lahan seluas 13.000 hektare untuk mendukung pengembangan bioetanol dalam program swasembada energi nasional. Dari total tersebut, sekitar 10.000 hektare diarahkan untuk tanaman jagung dan 3.000 hektare untuk ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol. Pengembangan jagung akan tersebar di 17 kecamatan, sedangkan ubi kayu difokuskan di empat kecamatan.

LAMPUNG SELATAN — Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan rencana penyiapan lahan itu dalam pembahasan Program Khusus Pemerintah untuk Bioetanol bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Senin. Pertemuan tersebut membahas penguatan produksi bioetanol berbasis komoditas pertanian sebagai bagian dari agenda kemandirian energi nasional.

Radityo menyebut penyiapan lahan ini sebagai langkah untuk mengaitkan potensi pertanian daerah dengan kebutuhan energi nasional. Ia menekankan dua sasaran yang ingin dicapai sekaligus.

"Kami mendorong agar potensi ini meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung kebutuhan energi nasional," kata Bupati Radityo Egi Pratama.

10.000 Hektare untuk Jagung, 3.000 Hektare untuk Ubi Kayu

Pengembangan jagung direncanakan tersebar di 17 kecamatan di Lampung Selatan. Adapun ubi kayu diarahkan di empat kecamatan, yakni Natar, Jati Agung, Tanjung Bintang, dan Tanjung Sari.

Kedua komoditas itu dipilih karena berpotensi menjadi bahan baku bioetanol. Jagung dan ubi kayu dinilai memiliki rantai pasok yang bisa dikembangkan untuk kebutuhan energi, bukan hanya untuk pangan.

Mengapa Lampung Selatan Masuk Peta Bioetanol Nasional

Menurut Radityo, pengembangan komoditas tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku bioetanol. Program ini juga membuka peluang peningkatan nilai ekonomi sektor pertanian di daerah.

Pasar hasil pertanian diharapkan meluas melalui pengembangan rantai pasok komoditas untuk kebutuhan energi. Petani disebut akan mendapat manfaat dari permintaan yang lebih stabil terhadap hasil panen mereka.

Dorongan Kementerian Pertanian

Dalam pertemuan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa capaian swasembada pangan menjadi pijakan pemerintah untuk melanjutkan agenda penguatan kemandirian energi nasional. Peningkatan produksi bioetanol berbasis komoditas pertanian menjadi salah satu langkah yang didorong pemerintah.

Dengan potensi lahan dan komoditas yang dimiliki, Lampung Selatan mengambil bagian dalam pengembangan bioetanol. Daerah ini sekaligus memperkuat peran sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

Rencana penyiapan lahan seluas 13.000 hektare itu menempatkan Lampung Selatan sebagai salah satu daerah penyangga program bioetanol. Tahap berikutnya menunggu koordinasi teknis antara pemerintah daerah dan kementerian terkait.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks