LAMPUNG — Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya aktivitas pertambangan dan konstruksi di Indonesia yang membutuhkan bahan peledak dalam jumlah besar. Dahana, sebagai satu-satunya BUMN yang bergerak di sektor bahan peledak, menilai sudah saatnya kapasitas produksi dalam negeri diperkuat agar tidak terus bergantung pada impor.
Pabrik yang berlokasi di Tasikmalaya, Jawa Barat, ini sebelumnya sempat berhenti beroperasi. Kini, dengan kapasitas tiga juta unit per tahun, Dahana optimistis mampu memenuhi permintaan pasar domestik yang terus tumbuh.
Teknologi Baru untuk Kurangi Ketergantungan Luar Negeri
Selain menghidupkan kembali pabrik booster, Dahana juga memperkenalkan detonator elektronik. Produk ini merupakan komponen kunci dalam sistem peledakan presisi tinggi yang banyak dipakai di industri tambang dan infrastruktur.
Selama ini, detonator elektronik sebagian besar masih diimpor. Padahal, kebutuhan dalam negeri cukup signifikan seiring dengan masifnya pembangunan bendungan, jalan, dan tambang di berbagai daerah.
Dengan adanya produksi lokal, Dahana berharap bisa memangkas waktu tunggu pengadaan dan menurunkan biaya operasional perusahaan tambang. Hal ini pada akhirnya juga berdampak pada harga jual bahan peledak yang lebih kompetitif dibandingkan produk impor.
Mengapa Pabrik Ini Penting bagi Industri Tambang
Booster berfungsi sebagai penguat ledakan utama dalam aktivitas peledakan batu atau mineral. Tanpa pasokan booster yang stabil, kegiatan produksi di tambang bisa terhambat dan berujung pada kerugian besar bagi perusahaan.
Selama ini, pasokan booster sering kali menjadi kendala karena harus menunggu kiriman dari luar negeri dengan waktu pengiriman yang tidak menentu. Dengan adanya pabrik yang beroperasi penuh, para pelaku industri tidak perlu lagi khawatir soal ketersediaan stok.
Dahana mencatat, kebutuhan bahan peledak di Indonesia terus meningkat seiring dengan naiknya produksi batu bara dan nikel. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi BUMN untuk mengambil alih pangsa pasar yang selama ini diisi oleh produk impor.
Langkah Strategis Dahana ke Depan
Ke depan, Dahana tidak hanya berhenti pada produksi booster dan detonator elektronik. Perusahaan berencana mengembangkan lini produk lain yang selama ini masih bergantung pada impor, termasuk bahan peledak emulsi dan aksesori peledakan lainnya.
Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah yang mendorong BUMN untuk memperkuat ketahanan industri nasional. Dengan kemampuan produksi yang lebih mandiri, Indonesia diharapkan tidak lagi mudah terpengaruh oleh gejolak pasokan global.
Pengoperasian pabrik ini juga menjadi sinyal positif bagi investor dan pelaku industri bahwa sektor bahan peledak dalam negeri siap mendukung proyek-proyek strategis nasional. Dahana menargetkan produksi pabrik ini bisa terserap penuh oleh pasar dalam negeri dalam waktu dekat.