BANDAR LAMPUNG — Hasil pemantauan satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20 menunjukkan dominasi titik panas dengan tingkat kepercayaan (confidence level) sedang hingga tinggi. Data ini diperbarui BMKG hingga Minggu (23/8/2026) pagi.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, menyebutkan sebaran titik panas hasil pengamatan Sabtu (22/8) itu paling banyak terkonsentrasi di wilayah utara dan timur Lampung.
Konsentrasi Titik Panas di Wilayah Utara dan Timur
Rudi merinci, kabupaten dengan titik panas terbanyak meliputi Way Kanan, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, dan Lampung Timur.
"Sebagian besar titik panas berada di area perkebunan, semak belukar, hingga wilayah pesisir," ujar Rudi kepada Radar Lampung, Minggu (23/8/2026).
Selain lima kabupaten tersebut, titik panas juga terpantau di Lampung Tengah, Lampung Selatan, Lampung Utara, Pesawaran, dan Pesisir Barat.
Pemicu Karhutla dan Imbauan bagi Warga
Menurut Rudi, titik panas menjadi indikator awal potensi kebakaran lahan yang dipicu oleh kondisi cuaca kering yang melanda wilayah Lampung.
BMKG mengingatkan masyarakat dan pihak terkait untuk tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu api, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar.
Warga yang berada di area rawan karhutla juga diminta berhati-hati saat membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan perkebunan dan semak belukar yang mudah terbakar.