LAMPUNG — Peluncuran Galaxy Z Fold 8 di London pekan lalu mencuri perhatian. Sekitar 30 pengulas teknologi berkumpul di Borough Market sambil memegang perangkat lipat warna lavender yang sama. Seorang pegawai setempat sampai berkomentar, "Kenapa kalian semua pakai ponsel yang sama, saya seperti di Matrix." Momen ini datang di tengah rumor Apple yang dikabarkan menyiapkan iPhone lipat. Jika benar, format 4:3 bisa segera menjadi standar industri.
Desain Baru: Ringan dan Kompak, Tapi Daya Tahan Masih Jadi Catatan
Perubahan paling fundamental ada di proporsi. Saat tertutup, Z Fold 8 terasa seperti ponsel slab kecil berkat layar depan 5,5 inci dengan rasio 16:10. Bobotnya cuma 201 gram dengan ketebalan 4,5 mm saat terbuka—menjadikannya Fold paling ringan yang pernah dibuat Samsung.
Saat dibuka, layar utama 7,6 inci dengan rasio 4:3 terasa seperti tablet mini yang pas digenggam. Mode potret justru menjadi skenario paling menyenangkan: scrolling Instagram Reels atau membaca artikel terasa seperti memakai ponsel biasa yang diperbesar, dan masih bisa dioperasikan satu tangan. Ini berbeda jauh dengan generasi sebelumnya yang cenderung kaku saat dipakai vertikal.
Samsung menyebut layar Flex Titanium yang baru mampu mengurangi bekas lipatan dan lebih tahan benturan. Lapisan anti-reflektif pada kedua layar juga membantu saat membaca di bawah sinar matahari. Namun, sertifikasi IP48 masih menjadi kelemahan—ponsel ini tahan air tetapi tidak tahan debu halus. Pembandingnya, Pixel 10 Pro Fold, sudah mengantongi IP68. Untuk harga hampir dua ribu dolar, ini keputusan yang sulit diterima.
Multitasking Realistis: Dua Aplikasi Ideal, Tiga Terasa Sempit
Samsung memang mengizinkan hingga tiga aplikasi terbuka bersamaan di layar utama. Dalam pengujian, membuka browser, aplikasi catatan, dan kalkulator sekaligus masih bisa diikuti, tetapi ruang kerja terasa sempit dan kurang nyaman untuk interaksi serius. Dua aplikasi berdampingan di mode lanskap adalah skenario paling realistis—cocok untuk menonton YouTube sambil membalas email, atau membandingkan harga produk di dua tab browser.
Fitur AI "Now Nudge" yang menyarankan split-screen berdasarkan konteks layar bekerja dengan hasil yang inkonsisten. Saat ada undangan makan malam di WhatsApp, sistem kadang menyarankan membuka kalender di separuh layar—tepat sasaran. Namun di kesempatan lain, saran yang muncul mengarah ke agenda lama yang sudah lewat. Fitur ini masih perlu disempurnakan.
Kamera: Kompromi Paling Terasa di Kelas Harga Ini
Di sinilah Z Fold 8 harus menerima kritik paling keras. Samsung memangkas konfigurasi kamera dengan hanya menyediakan wide 50MP dan ultrawide 50MP—tanpa lensa telefoto sama sekali. Zoom 2x dan 4x mengandalkan crop sensor yang hasilnya cukup tajam di kondisi cahaya cukup, tetapi tetap bukan substitusi lensa optik sungguhan.
Untuk ponsel seharga Rp 30 jutaan, ketiadaan telefoto terasa seperti kemunduran. Z Fold 8 Ultra yang dibanderol USD 2.100 jelas menjadi pilihan lebih masuk akal bagi pengguna yang menjadikan fotografi sebagai prioritas. Fitur "My FanCam" yang melacak satu orang dalam video memang menarik untuk merekam anak bermain, tetapi ada degradasi kualitas saat zoom digital aktif.
Baterai dan Pengisian: Peningkatan Ada, Tapi Tidak Revolusioner
Kapasitas baterai naik ke 4.800 mAh berkat teknologi silicon-carbon—peningkatan 400 mAh dari Z Fold 7. Dalam pemakaian intensif hari pertama, perangkat mampu bertahan lebih dari 24 jam. Namun di hari kedua dengan pola pemakaian serupa, daya habis menjelang sore. Hasil uji ketahanan CNET selama 45 menit menunjukkan baterai turun dari 100% ke 93%—angka yang identik dengan generasi sebelumnya.
Pengisian kabel 45W memberikan kecepatan yang membantu: 0% ke 73% dalam 30 menit dan penuh sekitar satu jam. Sayangnya, tidak ada magnet bawaan untuk Qi2, sehingga pengisian nirkabel 20W sering tidak stabil tanpa casing magnet tambahan. Ini detail kecil yang mengganggu di kelas harga premium.
Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy Z Fold 8
- Kelebihan: Bodi paling ringan di lini Fold (201 gram), rasio 4:3 yang natural untuk penggunaan harian, layar anti-reflektif yang nyaman, baterai lebih besar, pengisian cepat 45W.
- Kekurangan: Tanpa lensa telefoto, sertifikasi IP48 bukan IP68, pengisian nirkabel butuh casing magnet tambahan, fitur AI masih inkonsisten.
Verdict: Untuk Siapa Ponsel Ini?
Galaxy Z Fold 8 adalah ponsel lipat paling nyaman dipakai untuk aktivitas sehari-hari—scroll media sosial, mengetik, membaca, dan konsumsi video. Proporsi 4:3 adalah keputusan desain yang tepat dan terasa matang. Namun, Samsung meminta harga premium tanpa memberikan kelengkapan kamera yang sepadan.
Ponsel ini cocok untuk mereka yang lebih sering menggunakan ponsel untuk produktivitas ringan dan hiburan daripada fotografi. Jika kamera adalah prioritas utama, Z Fold 8 Ultra atau flagship slab lain di harga yang sama adalah pilihan lebih bijak. Fold 8 adalah perangkat yang luar biasa sebagai ponsel, tetapi biasa saja sebagai kamera.