LAMPUNG — Unggulan kedua itu nyaris tersingkir lebih awal setelah kehilangan kendali permainan di gim kedua. Namun, perubahan strategi agresif di gim penentuan menjadi kunci keberhasilan mereka mengamankan tempat di babak delapan besar turnamen bergengsi tersebut.
Adaptasi Lapangan Jadi Biang Keladi Hilangnya Gim Kedua
Fajar mengakui timnya kesulitan menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan, terutama saat bertukar sisi yang kalah angin pada gim kedua. Situasi ini langsung dimanfaatkan Kang/Ki untuk mengambil alih kendali permainan dan memaksakan laga berlanjut ke gim ketiga.
"Pada gim pertama dan kedua mereka selalu memulai dengan baik. Kami masih bisa membalikkan keadaan di gim pertama, tetapi tidak pada gim kedua. Karena itu, pada gim penentuan kami tidak ingin kembali tertinggal sejak awal dan langsung bermain lebih agresif," ungkap Fajar dalam keterangan resmi PBSI.
Tekanan Lawan Lebih Kuat dari Pertemuan Sebelumnya
Fikri menilai penampilan pasangan Korea Selatan kali ini jauh berbeda. Mereka dinilai tampil lebih rapi dan memberikan tekanan lebih besar dibandingkan saat bertemu di turnamen sebelumnya.
"Mereka bermain lebih aman dan lebih rapi, sementara tekanannya juga lebih kuat. Kami justru kurang siap, terutama pada awal gim kedua. Adaptasi terhadap kondisi angin juga terlambat karena di lapangan tiga perbedaannya cukup terasa," ujar Fikri.
Agresivitas di Gim Ketiga Kunci Kemenangan
Memasuki gim penentuan, Fajar/Fikri langsung mengubah pendekatan. Alih-alih menunggu, mereka memilih mengambil inisiatif serangan sejak poin pertama untuk menghindari ketertinggalan seperti dua gim sebelumnya.
Hasilnya, pasangan Indonesia mampu mendominasi jalannya pertandingan dan menutup gim ketiga dengan keunggulan telak 21-12. Meski berhasil melaju, Fajar menilai performanya belum maksimal dan butuh perbaikan sebelum menghadapi lawan di babak berikutnya.
"Saya merasa permainan hari ini masih kurang baik meskipun kami menang. Semoga besok bisa tampil jauh lebih baik. Sekarang kami akan memaksimalkan pemulihan kondisi," pungkas Fajar.