Pencarian

Mitsubishi Umumkan Produksi Robot Humanoid 1.000 Unit per Bulan, Pabrik Mesin Kyoto Jadi Lokasi Perakitannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 08:01:31 WIB
Mitsubishi Umumkan Produksi Robot Humanoid 1.000 Unit per Bulan, Pabrik Mesin Kyoto Jadi Lokasi Perakitannya
Mitsubishi Motors mengumumkan produksi massal robot humanoid sebanyak 1.000 unit per bulan di pabrik mesin Kyoto.

LAMPUNG — Keputusan ini tertuang dalam nota kesepahaman yang diteken Mitsubishi Motors dengan Highlanders, sebuah perusahaan rintisan (startup) asal Universitas Tokyo, bulan lalu. Jika sesuai rencana, produksi massal robot pekerja ini bisa dimulai tahun depan, memanfaatkan pabrik mesin pembakaran internal (ICE) Mitsubishi yang berlokasi di Kyoto.

Takao Kato, Chairman dan CEO Mitsubishi Motors, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar proyek eksperimental. "Kolaborasi kami dengan Highlanders merupakan tantangan untuk membangun fondasi industri baru di mana manusia dan robot bekerja sama," ujarnya dalam pernyataan resmi. Kato menambahkan, langkah ini sekaligus menjadi peluang bagi Mitsubishi untuk memperdalam keahlian teknologinya di bidang robotika humanoid.

Bukan Pabrikan Otomotif Biasa: Modal Besar di Sektor Otomasi

Meski di mata publik Mitsubishi sering dianggap sebagai pabrikan otomotif kelas kedua, perusahaan ini sebenarnya diakui sebagai pemimpin global di bidang otomasi dan kontrol. Injeksi ribuan robot industri ke lini produksinya merupakan upaya untuk memperkuat posisi tersebut.

Berbeda dengan era awal kendaraan listrik di mana Mitsubishi (iMiEV), Nissan (LEAF), dan Tesla (Model S) mengambil pendekatan berbeda, lanskap robot humanoid saat ini justru menunjukkan keseragaman. Semua pemain berlomba membangun produk dengan fungsi serupa, meski beberapa di antaranya—seperti Hyundai—dinilai sudah melesat lebih jauh dari kompetitornya.

Robot 'HL Human': 19 Derajat Kebebasan untuk Tugas Industri Kompleks

Platform andalan Highlanders yang diberi nama "HL Human" ini mengusung bodi dengan 19 derajat kebebasan (degree of freedom/DOF). Robot ini diperkuat aktuator listrik berdaya tinggi yang diklaim mampu menghasilkan gerakan menyerupai manusia. Sistem kecerdasan buatan (AI) di dalamnya memungkinkan robot untuk melakukan tugas-tugas industri yang rumit secara otonom, termasuk persepsi visual, perencanaan gerakan, dan interaksi bahasa alami dengan rekan kerja manusia.

Fokus awal penerapan robot ini adalah di sektor manufaktur, logistik, konstruksi, dan tanggap bencana. Bidang-bidang tersebut tengah menghadapi kelangkaan tenaga kerja yang kian parah, terutama di Jepang. Para pekerja manusia nantinya akan berperan sebagai pelatih bagi robot untuk menyelesaikan pekerjaan praktis di lapangan.

Dampak bagi Industri dan Pasar Tenaga Kerja

Langkah Mitsubishi ini memicu kembali perdebatan soal peran robot di dunia kerja. Kehadiran robot humanoid di pabrik kerap dianggap sebagai solusi atas krisis demografi dan keengganan pekerja memasuki lingkungan berisiko tinggi. Namun, di sisi lain, kebijakan ini juga memunculkan pertanyaan tentang masa depan lapangan kerja konvensional di sektor manufaktur.

Bagi Mitsubishi, pemanfaatan robot untuk memproduksi robot sejenisnya di pabrik Kyoto merupakan uji nyata efisiensi dan kelayakan produksi massal. Keberhasilan proyek ini akan menjadi barometer bagi adopsi teknologi serupa di pabrik-pabrik otomotif global lainnya.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks