LAMPUNG — Pekerjaan pelebaran ruas tol yang menjadi pintu masuk menuju kawasan industri dan wisata Jawa Timur ini memasuki tahap akhir. Pgs Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Dary Achmad Budi, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi dan percepatan di lapangan untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.
"Kami terus mengoptimalkan penyelesaian pekerjaan tersisa melalui evaluasi dan percepatan di lapangan agar dapat memenuhi target yang telah ditetapkan, dengan tetap memperhatikan keselamatan kerja, kualitas konstruksi serta kenyamanan pengguna jalan," ujar Dary dalam keterangan tertulisnya.
Fokus pada Keselamatan dan Kualitas Konstruksi
JTT memastikan bahwa percepatan penyelesaian proyek tidak mengorbankan aspek mutu. Perusahaan bersama seluruh pihak terkait menerapkan pengaturan lalu lintas dan menyiapkan perlengkapan keselamatan di sekitar area pekerjaan. Pengawasan dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai standar yang berlaku.
Langkah ini ditempuh mengingat ruas Kejapanan–Gempol merupakan salah satu segmen padat kendaraan, khususnya kendaraan niaga yang melintas menuju Pelabuhan dan kawasan industri di sekitarnya. Dengan bertambahnya kapasitas jalur, diharapkan potensi kepadatan di titik tersebut dapat berkurang secara signifikan.
Imbauan untuk Pengguna Jalan Selama Masa Transisi
Meski progresnya hampir sempurna, pekerjaan akhir di lapangan masih berpotensi menimbulkan gangguan kecil. JTT menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses penyelesaian proyek berlangsung.
Para pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu serta arahan petugas di lapangan. Pengurangan kecepatan saat mendekati lokasi pekerjaan menjadi hal yang krusial, begitu pula dengan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum memasuki ruas tol.
Proyek pelebaran ini merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol Trans Jawa. Setelah proyek ini rampung, kapasitas jalan diharapkan mampu menampung lonjakan arus kendaraan, baik pada hari kerja biasa maupun saat periode libur panjang dan mudik.