Pencarian

Kemenag Bandarlampung Salurkan 200 Paket Santunan dan 15 Beasiswa untuk Anak Yatim dan Disabilitas saat Muharam

Jumat, 26 Juni 2026 • 15:32:31 WIB
Kemenag Bandarlampung Salurkan 200 Paket Santunan dan 15 Beasiswa untuk Anak Yatim dan Disabilitas saat Muharam
Kemenag Bandarlampung menyalurkan 200 paket santunan dan 15 beasiswa untuk anak yatim dan penyandang disabilitas.

BANDARLAMPUNG — Sebanyak 200 paket santunan dan 15 beasiswa pendidikan telah disalurkan Kemenag Bandarlampung kepada anak yatim dan penyandang disabilitas. Bantuan ini menyasar penerima dari Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, madrasah diniyah, TPQ, SLB, panti asuhan, dan masyarakat sekitar.

Kepala Kantor Kemenag Bandarlampung, Erwinto, menegaskan bahwa Muharam harus menjadi ruang untuk menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. “Muharam ini harus menjadi ruang menumbuhkan kepedulian dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan,” kata Erwinto di Bandarlampung, Kamis.

Siapa Saja Penerima Manfaat Program Ini?

Penerima santunan berasal dari berbagai lembaga pendidikan dan sosial di bawah naungan Kemenag. Selain anak yatim dan penyandang disabilitas, program ini juga menyasar siswa yatim berprestasi yang mendapatkan beasiswa pendidikan.

Erwinto mengatakan program Peaceful Muharam merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan kelompok rentan merasakan kehadiran negara. “Pada bulan Muharam kami ingin memastikan anak-anak yatim dan penyandang disabilitas merasakan bahwa mereka tidak pernah berjalan sendiri,” ujarnya.

Bagaimana Mekanisme Penyaluran Bantuan?

Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kota Bandarlampung, Arief Hasyimi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Nasional Peaceful Muharam 1448 Hijriah. Program tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dengan target pemberian manfaat kepada dua juta anak yatim dan penyandang disabilitas secara nasional.

“Kegiatan ini bertujuan memperkuat kepedulian sosial, sekaligus memperluas manfaat zakat, infak, sedekah, dan wakaf, melalui sinergi pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, dan masyarakat,” kata Arief Hasyimi.

Harapan ke Depan: Kepedulian Tak Hanya Saat Muharam

Erwinto berharap kebahagiaan yang lahir dari kepedulian ini terus tumbuh dan menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Pihaknya mendorong agar semangat gotong royong tidak berhenti setelah bulan Muharam berakhir.

“Ada pemerintah, lembaga zakat, para dermawan, dan masyarakat yang bergandengan tangan menghadirkan harapan bagi masa depan mereka,” kata Erwinto menambahkan.

Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks