Pencarian

Mutasi Besar-besaran Polri: 42 Kapolres dan Pejabat Polda Jatim Dirotasi, Ini Daftar Lengkapnya

Jumat, 26 Juni 2026 • 15:27:01 WIB
Mutasi Besar-besaran Polri: 42 Kapolres dan Pejabat Polda Jatim Dirotasi, Ini Daftar Lengkapnya
Mutasi besar-besaran Polri melibatkan 42 Kapolres dan pejabat utama Polda Jawa Timur.

JAKARTA — Gelombang mutasi besar-besaran di tubuh Polri kembali bergulir. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan bahwa rotasi ini merupakan dinamika organisasi yang lazim dilakukan.

"Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat," ujar Brigjen Trunoyudo, Jumat (26/6/2026).

Ada 1.121 Personel yang Dimutasi, Ini Rinciannya

Total personel yang terkena mutasi mencapai 1.121 orang. Jumlah tersebut tersebar dalam tujuh Surat Telegram (ST) yang diterbitkan pada tanggal yang sama, 25 Juni 2026. Rinciannya sebagai berikut:

  • ST/1335/VI/KEP./2026: 74 personel
  • ST/1336/VI/KEP./2026: 359 personel
  • ST/1337/VI/KEP./2026: 65 personel
  • ST/1338/VI/KEP./2026: 174 personel
  • ST/1339/VI/KEP./2026: 150 personel
  • ST/1340/VI/KEP./2026: 104 personel
  • ST/1341/VI/KEP./2026: 195 personel

Siapa Saja Kapolres dan PJU Polda Jatim yang Bergeser?

Dari total personel yang dimutasi, sebanyak 42 di antaranya adalah pejabat utama dan Kapolres di Polda Jawa Timur. Berikut beberapa nama yang masuk dalam daftar mutasi tersebut:

  • Kombes Pol Nurhandono — dari Karoops Polda Jatim menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama TK II Sespim Lemdiklat Polri
  • Kombes Pol Iwan Saktadi — dari Dirlantas Polda Jatim menjadi Wakapolda Banten
  • Kombes Pol Putu Kholis Aryana — dari Kapolresta Malang Kota menjadi Kapolres Metro Bekasi Kota Polda Metro Jaya
  • AKBP Danang Setiyo — dari Wadireskrimum Polda Metro Jaya menjadi Kapolresta Malang Kota
  • AKBP Muh Wahyudin Latif — dari Kapolres Probolinggo menjadi Kapolres Kediri
  • AKBP Hartanto — dari Kapolres Sampang menjadi Dirtahti Polda Jatim
  • AKBP Bobby Adimas Candra Putra — dari Kapolres Jember menjadi Kanit 3 Satresmob Bareskrim Polri

Mutasi ini tidak hanya terjadi di level Kapolres, tetapi juga menyasar pejabat utama seperti Dirlantas, Karoops, dan Kabidpengsos di lingkungan Polda Jatim maupun Lemdiklat Polri.

Apa Tujuan Mutasi Besar-besaran Ini?

Brigjen Trunoyudo menegaskan bahwa mutasi adalah hal yang wajar dalam organisasi sebesar Polri. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pembinaan karier sekaligus upaya meningkatkan kinerja institusi.

"Ini adalah bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri," tegasnya.

Dengan rotasi ini, diharapkan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat bisa lebih optimal. Beberapa pejabat yang dimutasi juga mendapatkan promosi jabatan atau penempatan di posisi strategis baru.

Bagaimana Dampaknya bagi Warga Jatim?

Meski mutasi ini bersifat internal, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Pergantian Kapolres di sejumlah daerah seperti Malang, Kediri, Probolinggo, Sampang, Jember, dan Lamongan berarti akan ada wajah baru di pucuk pimpinan kepolisian setempat.

Warga di daerah-daerah tersebut bisa menantikan pendekatan kepemimpinan yang segar, terutama dalam penanganan kriminalitas dan pelayanan publik. Namun, masa transisi biasanya membutuhkan waktu adaptasi bagi jajaran di bawahnya.

Apakah Ada Pejabat yang Mendapat Promosi?

Ya, beberapa pejabat justru mendapat promosi atau jabatan yang lebih strategis. Contohnya Kombes Pol Iwan Saktadi yang naik jabatan menjadi Wakapolda Banten, dan Kombes Pol Putu Kholis Aryana yang dipindahkan ke Polda Metro Jaya sebagai Kapolres Metro Bekasi Kota.

Di sisi lain, ada juga pejabat yang dialihkan ke fungsi pendidikan, seperti Kombes Pol Nurhandono yang menjadi Widyaiswara di Sespim Lemdiklat Polri, menandakan adanya penyegaran di bidang akademik kepolisian.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks