BANDAR LAMPUNG — Aksi tanam pohon yang digelar PLN Lampung ini menyasar sejumlah titik rawan longsor dan area penyangga jaringan listrik tegangan tinggi. Langkah ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyangkut keandalan pasokan listrik ke pelanggan.
Mengapa Pohon Ditanam di Dekat Gardu Induk?
Pohon yang ditanam memiliki fungsi ganda. Secara ekologis, akar pohon membantu mencegah erosi tanah di sekitar tiang dan gardu listrik yang berada di area perbukitan. Secara teknis, vegetasi yang tertata menjadi buffer alami terhadap gangguan ranting atau pohon tumbang yang kerap memutus jaringan saat hujan deras dan angin kencang.
PLN memilih jenis pohon dengan sistem perakaran kuat dan tajuk yang tidak mudah patah. Bibit yang ditanam merupakan hasil konsultasi dengan dinas lingkungan hidup setempat.
Ribuan Bibit Ditanam, Libatkan Komunitas Lokal
Kegiatan ini melibatkan puluhan pegawai PLN serta komunitas pecinta lingkungan di Lampung. Target awal penanaman mencapai ribuan bibit di beberapa kecamatan yang memiliki infrastruktur kelistrikan strategis.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Lampung menyebut aksi ini sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan. "Kami ingin keberadaan infrastruktur listrik berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Dampak bagi Warga Sekitar
Warga yang tinggal di dekat lokasi penanaman diharapkan turut merawat pohon-pohon tersebut. PLN menyediakan pelatihan perawatan dasar agar tanaman tumbuh optimal hingga lima tahun ke depan.
Selain manfaat ekologis, area hijau di sekitar gardu induk juga mengurangi suhu panas di permukaan tanah. Hal ini menjaga peralatan kelistrikan tetap awet dan efisien dalam proses distribusi daya.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema restorasi lahan dan ketahanan terhadap kekeringan. Aksi tanam pohon oleh PLN Lampung menjadi salah satu kontribusi nyata di tingkat daerah.