Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Timur menggelar doa bersama di Sekretariat IWO, Jalan Ir Sutami, Sribahwono, Minggu pagi, untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat yang hilang di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan. Kelima jurnalis itu dilaporkan hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9). Doa bersama menjadi bentuk empati sesama profesi sekaligus dukungan moral bagi tim SAR yang masih mencari korban hingga hari keenam.
LAMPUNG TIMUR — Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Timur menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat yang hilang di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan. Kegiatan berlangsung di Sekretariat IWO Lampung Timur, Jalan Ir Sutami, Sribahwono, Kabupaten Lampung Timur, Minggu pagi.
Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan Surat Yasin, lalu dilanjutkan doa bersama. Para pengurus IWO yang hadir memohon keselamatan bagi para jurnalis dan awak kapal yang belum ditemukan.
Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal yang Dicari
Kelima jurnalis yang masih dalam pencarian adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Selain itu, tiga awak kapal yang turut hilang yakni Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang berperan sebagai pemandu. Mereka hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9).
Doa Dipimpin Pengurus IWO Lamtim
Abu Umar, pengurus IWO Lamtim, memimpin dan membawakan doa bersama yang diamini seluruh pengurus yang hadir. Dalam doanya, ia memohon rahmat serta kemudahan bagi tim SAR dalam proses pencarian.
"Ya Allah, rahmatilah mereka jurnalis yang hilang di Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau, mudahkan lah pencarian tim SAR sehingga mereka seluruhnya secepatnya ditemukan," ucap Abu Umar.
Wujud Empati Sesama Jurnalis
Dewan Etika IWO Lampung Timur, Muklasin, menyebut doa bersama ini sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada sesama jurnalis. Menurut dia, pekerjaan yang dilakukan para jurnalis saat meliput kondisi terkini erupsi Gunung Anak Krakatau merupakan tugas mulia.
"Sebagai bagian dari sesama berprofesi jurnalis, kami menyampaikan turut bersedih, berempati atas musibah hilangnya 5 jurnalis saat melakukan peliputan di Selat Sunda. Apa yang mereka lakukan dalam mengabarkan informasi kondisi terkini erpusi Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat adalah tugas yang mulia," ujar Muklasin, yang juga jurnalis ANTARA Biro Lampung.
Ia menambahkan, upaya pencarian oleh tim SAR perlu didukung dengan doa. Karena itu, IWO Lampung Timur menggelar doa bersama untuk keselamatan para korban.
"Semoga Allah memberi kemudahan kepada Tim SAR melakukan pencarian. Semoga mereka secepatnya dapat ditemukan, amin," ujar Muklasin.
Pencarian Memasuki Hari Keenam
Tim SAR masih melakukan pencarian besar-besaran di perairan Selat Sunda. Hingga Minggu ini, operasi pencarian telah memasuki hari keenam sejak para jurnalis dan awak kapal dilaporkan hilang.