Pencarian

Film Sisters Debut Dunia di TIFF 2025, Elena Anaya dan Emma Suarez Bintangi Drama Keluarga

Sabtu, 12 September 2026 • 22:33:32 WIB
Film Sisters Debut Dunia di TIFF 2025, Elena Anaya dan Emma Suarez Bintangi Drama Keluarga
Film "Sisters" tayang perdana di seksi Discovery TIFF 2025.

LAMPUNG — Film "Sisters" menjadi salah satu judul yang masuk jadwal tayang perdana di seksi Discovery TIFF 2025. Seksi Discovery memang dikenal sebagai etalase bagi para pembuat film debutan dari berbagai negara.

Debut penyutradaraan fiksi Ione Hernández Sáenz ini diperkuat dua nama besar sinema Spanyol. Elena Anaya dikenal lewat "The Skin I Live In" dan "Room in Rome", sementara Emma Suárez punya rekam jejak lewat "Julieta" dan "The Next Skin".

Premis dan Fokus Cerita

"Sisters" mengisahkan dua bersaudara bersama keluarga masing-masing yang tengah menyambut musim panas di perayaan Festival San Juan. Perayaan itu berubah arah setelah muncul tuduhan kekerasan seksual di lingkungan keluarga tersebut.

Hernández Sáenz memilih tidak berfokus pada detail peristiwa kekerasan itu. Film ini lebih menyorot bagaimana setiap anggota keluarga menghadapi tragedi tak terduga tersebut, serta tema universal soal cinta, rasa bersalah, dan trauma.

Dalam wawancaranya dengan Variety menjelang premiere pada 15 September, sutradara menjelaskan bahwa cerita ini berangkat dari ketertarikannya pada dinamika lingkaran terdekat. "Saya tertarik melihat apa yang terjadi dengan semua pergeseran ini, keputusan apa yang diambil orang, apa yang mereka rasakan, dan bagaimana cara mereka berhubungan satu sama lain berubah," ujarnya.

Ia menyebut keluarga, lingkaran pertemanan, dan rekan kerja sebagai ruang di mana seseorang paling sulit benar-benar merasa tenang. Ikatan di dalamnya selalu memunculkan hal-hal yang belum terselesaikan.

Elena Anaya dan Emma Suárez Sejak Awal

Hernández Sáenz mengaku kedua aktris utama sudah terlibat sejak tahap awal proyek. Ia mengirimkan naskah langsung kepada Anaya dan Suárez, dan keduanya menyatakan bersedia tanpa ragu.

"Saya tidak akan pernah cukup berterima kasih atas 'ya' sepenuh hati yang keduanya berikan saat saya mengirim naskah," kata Hernández Sáenz. Menurutnya, dukungan itu sangat membantunya melewati tahap pendanaan dan menjaga film tetap sesuai visinya.

Bagi sang sutradara, proses casting berlangsung seperti tahap sebelum penulisan naskah. Ia mencari sesuatu yang tidak rasional, bukan sekadar kemampuan aktor memainkan satu adegan dengan baik. Kerapuhan Elena Anaya dinilai penting untuk menggambarkan dunia tokoh Marta yang porak-poranda, sedangkan kehadiran besar Emma Suárez memberi bobot pada sejumlah adegan.

Latar Jurnalis yang Membentuk Gaya

Sebelum menekuni film fiksi, Hernández Sáenz berkiprah sebagai jurnalis dan pembuat film dokumenter. Latar belakang itu, menurutnya, memengaruhi cara ia memilih cerita.

Ia suka berangkat dari titik yang mengandung kebenaran yang bisa dirasakan banyak orang. Dari situ ia bergerak menjauh untuk berpikir secara sinematik, mencari padanan gambar dari apa yang awalnya ia tuangkan dalam teks.

Pengalaman itu pula yang membawa Hernández Sáenz ke film dokumenter "1% Schizophrenia" sebelum akhirnya menulis dan menyutradarai "Sisters" sebagai debut fiksi panjangnya.

Penjualan Internasional dan Tim Produksi

Be For Films menangani penjualan internasional "Sisters". CEO sekaligus Head of Sales Be For Films, Pamela Leu, menyebut film ini punya kematangan dan presisi emosional yang langsung menarik perhatiannya.

"Dengan kehalusan dan kedalaman yang luar biasa, film ini menciptakan ruang sempurna bagi Elena Anaya dan Emma Suárez untuk menampilkan pertunjukan yang luar biasa," kata Leu. Ia juga menyebut debut Hernández Sáenz ini memunculkan suara baru dalam pembuatan film.

Produksi "Sisters" digarap sejumlah rumah produksi, yakni Noesno Film Aie, Solita Films, Gariza Films, Elastica Films, dan ISB Films. Variety juga merilis klip eksklusif film ini menjelang penayangan perdananya di Toronto.

Bagi pasar film Spanyol, premiere di TIFF menjadi pintu masuk penting sebelum "Sisters" mencari distributor di wilayah lain. Seksi Discovery kerap jadi titik awal perjalanan festival film yang kemudian menembus pasar internasional.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: variety.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks