LAMPUNG — Dikutip dari laman Logam Mulia, penurunan harga emas Antam berlaku untuk seluruh pecahan, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga emas batangan ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global.
Rincian Harga Emas Antam per Pecahan
- 0,5 gram: Rp1.350.000
- 1 gram: Rp2.600.000
- 2 gram: Rp5.140.000
- 3 gram: Rp7.685.000
- 5 gram: Rp12.775.000
- 10 gram: Rp25.495.000
- 25 gram: Rp63.612.000
- 50 gram: Rp127.145.000
- 100 gram: Rp254.212.000
- 250 gram: Rp635.265.000
- 500 gram: Rp1.270.320.000
- 1.000 gram: Rp2.540.600.000
Selisih Harga Beli dan Buyback Capai Rp150.000 per Gram
Dengan harga beli Rp2.600.000 per gram dan buyback Rp2.450.000 per gram, investor yang membeli hari ini dan langsung menjual kembali berpotensi menanggung selisih Rp150.000 per gram. Angka ini setara 5,77 persen dari harga beli.
Selisih tersebut belum memperhitungkan pajak yang dikenakan pada kedua sisi transaksi. Pembeli emas Antam dikenai PPh 0,25 persen dari harga dasar, sementara penjual yang melakukan buyback dengan nilai di atas Rp10.000.000 dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen.
PPh Pasal 22 untuk buyback dipotong langsung dari total nilai transaksi saat pelaksanaan. Artinya, investor yang menjual emas senilai Rp50 juta akan menerima pembayaran bersih setelah dipotong 1,5 persen atau Rp750.000.
Pajak Buyback dan Implikasinya bagi Investor
Ketentuan PPh Pasal 22 berlaku untuk transaksi buyback di atas Rp10.000.000. Untuk transaksi di bawah ambang tersebut, tidak ada pemotongan pajak penghasilan. Sementara itu, PPh 0,25 persen pada sisi pembelian berlaku untuk seluruh transaksi pembelian emas Antam.
Bagi investor yang berencana mengambil posisi jangka pendek, kombinasi selisih harga dan pajak membuat emas Antam kurang efisien dibandingkan instrumen lain. Namun untuk tujuan lindung nilai jangka panjang, emas tetap menjadi pilihan yang likuid karena buyback tersedia harian.
Perlu dicatat bahwa harga emas Antam dapat berubah kapan saja mengikuti pergerakan harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Investor disarankan memantau harga secara berkala sebelum bertransaksi.
Investasi mengandung risiko.