Sebanyak 29 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Radin Inten II di Lampung dibatalkan pada Senin ini akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, menyatakan pembatalan berlaku hingga pukul 18.00 WIB.
BANDARLAMPUNG — Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kembali melumpuhkan transportasi udara di Lampung. Sebanyak 29 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Radin Inten II terpaksa dibatalkan karena abu vulkanik menyebar di jalur penerbangan.
General Manager Bandara Internasional Radin Inten II Kiki Eprina Arieanti mengatakan pembatalan berlaku sejak pagi hingga pukul 18.00 WIB, Senin. "Sehubungan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada sebaran abu vulkanik di jalur penerbangan serta operasional Bandara Internasional Radin Inten II pada hari ini sampai dengan pukul 18.00 WIB, terdapat 29 penerbangan mengalami pembatalan," ujarnya di Bandarlampung.
Rute Jakarta–Lampung Paling Banyak Terdampak
Rute domestik Jakarta (CGK)–Lampung (TKG) dan sebaliknya menjadi yang paling terdampak. Maskapai Citilink Indonesia kehilangan delapan jadwal, meliputi rute CGK–TKG dan TKG–CGK.
Lion Air membatalkan empat penerbangannya, sementara Garuda Indonesia dua jadwal. Indonesia Air Asia juga membatalkan empat penerbangan, terdiri dari rute TKG–CGK dan CGK–TKG.
Maskapai Batik Air membatalkan empat jadwal, sedangkan TransNusa enam penerbangan. Khusus TransNusa, pembatalan tak hanya menyentuh rute domestik, tetapi juga rute internasional Lampung (TKG)–Kuala Lumpur (KUL) dan sebaliknya.
Manajemen Bandara Aktifkan Layanan Khusus Penumpang Terdampak
Manajemen bandara tidak tinggal diam. Kiki menyebut pihaknya mengaktifkan Service Recovery Activation bagi penumpang yang terdampak pembatalan.
"Selain itu Bandara Internasional Radin Inten II juga melaksanakan kegiatan Service Recovery Activation bagi pengguna jasa yang penerbangannya terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau hari ini," katanya.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen manajemen dalam menjaga pelayanan, terutama saat kondisi operasional berada di luar kendali maskapai maupun bandara.
Penumpang Diminta Pantau Informasi Resmi Maskapai
Kiki mengimbau calon penumpang untuk tidak datang ke bandara sebelum memastikan status penerbangan. Informasi terbaru bisa dipantau melalui kanal resmi maskapai atau bertanya langsung kepada petugas bandara.
"Kondisi aktivitas vulkanik dan dampaknya terhadap operasional penerbangan menjadi perhatian bersama. Oleh karena itu, pengguna jasa diimbau untuk selalu memperhatikan informasi terbaru terkait status penerbangannya melalui kanal resmi maskapai maupun petugas bandara," tambahnya.
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda ini masih berlangsung dan pergerakan abu vulkanik bergantung pada arah serta kecepatan angin. Situasi ini membuat jadwal penerbangan di Bandara Radin Inten II berpotensi kembali berubah sewaktu-waktu.