BANDAR LAMPUNG — Ribuan siswa di Lampung masih menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang belum dinyatakan aman oleh otoritas berwenang. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, memastikan kebijakan belajar dari rumah berlaku setidaknya dua hari ke depan.
"Ya sementara ini dialihkan pembelajaran jarak jauh, daring atau online. Jadi nanti mereka belajar melalui digital, platform digital yang tersedia," kata Thomas, Senin (7/9/2026).
Dua Hari PJJ, Sekolah Diminta Siapkan Platform Digital
Selama masa transisi ini, guru dan kepala sekolah telah diminta menyiapkan materi pembelajaran serta sarana pendukung seperti Zoom. Langkah itu ditempuh agar proses belajar tetap berjalan meski kegiatan di luar rumah dibatasi untuk mengurangi risiko terpapar abu vulkanik.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif. Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian utama Dinas Pendidikan sebelum memutuskan siswa kembali ke sekolah.
Belum Ada Informasi Resmi Status Normal dari Otoritas
Thomas menegaskan bahwa meskipun aktivitas erupsi mulai melandai, pihaknya belum menerima informasi resmi bahwa kondisi gunung telah normal. Keputusan untuk kembali ke pembelajaran tatap muka hanya akan diambil setelah ada pernyataan resmi dari pihak berwenang.
"Walaupun dia melandai, tapi memang belum ada informasi utuh bahwa ini sudah normal oleh pihak otoritas yang berwenang. Maka sementara ini dua hari kita alihkan belajar daring," ujarnya.
Pembersihan Sekolah Disiapkan Sebelum Siswa Masuk Rabu
Jika kondisi erupsi membaik dan dinyatakan aman, siswa direncanakan kembali ke sekolah pada Rabu. Sebelum itu, sekolah diminta melakukan pembersihan lingkungan dan ruang kelas secara menyeluruh.
"Kalau memang betul normal, pada saat mereka masuk di hari Rabu, betul-betul situasi sekolah steril dan bersih," kata Thomas.
Opsi Lanjutan Disiapkan Jika Level Erupsi Kembali Naik
Dinas Pendidikan Lampung tidak hanya menyiapkan skenario pemulihan. Jika aktivitas Gunung Anak Krakatau justru meningkat, opsi lanjutan untuk siswa dan guru sudah dirancang.
"Kalau nanti misalnya berdasarkan dinamika tiba-tiba ternyata levelnya naik, tentu kami punya opsi lanjutan yang sudah kami siapkan. Baik itu untuk siswa maupun gurunya. Kita harus menjaga keselamatan, bukan hanya siswa, juga guru," jelas Thomas.
Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD Provinsi Lampung. Posko pemantauan erupsi disebut telah berdiri untuk memantau situasi terkini secara berkala.
"Kita 24 jam ke depan melihat trennya naik atau tidak. Maka dari hari ini sampai nanti 24 jam kita terus berkomunikasi dengan BMKG, kemudian BPBD Provinsi Lampung yang hari ini punya posko untuk memantau situasi terkini perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau," tandasnya.