Pencarian

Polda Lampung Ingatkan Orang Tua Awasi Medsos Anak, dari Narkoba hingga Bahaya Pinjol

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 23:07:01 WIB
Polda Lampung Ingatkan Orang Tua Awasi Medsos Anak, dari Narkoba hingga Bahaya Pinjol
Orang tua diimbau memperketat pengawasan aktivitas media sosial anak untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan pinjaman online.

Kepolisian Daerah (Polda) Lampung meminta para orang tua memperketat pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak, termasuk interaksi di media sosial, guna mencegah mereka terjerumus ke dalam berbagai persoalan seperti penyalahgunaan narkoba, seks bebas, hingga jeratan pinjaman online (pinjol). Imbauan ini disampaikan menyusul kekhawatiran akan lemahnya pendampingan orang tua di tengah derasnya arus informasi digital yang mudah memengaruhi perilaku remaja.

BANDARLAMPUNG — Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung, Komisaris Besar Polisi Yuni Iswandari, menegaskan bahwa pengawasan orang tua tidak cukup hanya sekadar mengetahui keberadaan anak. Lebih dari itu, orang tua wajib memahami lingkungan pergaulan dan aktivitas yang diikuti anak, termasuk bagaimana mereka berinteraksi di dunia maya.

“Orang tua jangan hanya bertanya anaknya pergi ke mana, tetapi juga perlu mengetahui dengan siapa mereka bergaul dan kegiatan apa yang diikuti. Jangan sampai anak terjebak dalam lingkungan yang membawa mereka pada narkoba, seks bebas, pinjol atau tindakan yang dapat merusak masa depannya,” ujar Yuni di Bandarlampung, Sabtu.

Pinjol dan Judi Online Mengintai Anak di Ruang Digital

Yuni menyoroti maraknya tawaran pinjaman online ilegal yang kerap menyasar anak dan remaja. Menurutnya, kelompok usia ini belum memiliki pemahaman yang matang mengenai risiko utang, sehingga mudah tergoda oleh iming-iming kemudahan finansial di internet.

“Pinjol menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Anak dan remaja yang belum memahami risiko utang dapat dengan mudah tergoda tawaran pinjaman atau aktivitas keuangan ilegal di internet,” kata mantan Kapolres Metro tersebut.

Anak Dilarang Ikut Aksi yang Berpotensi Ricuh

Selain bahaya finansial, Polda Lampung juga mengingatkan agar orang tua memastikan anak-anaknya tidak terlibat dalam aksi penyampaian aspirasi di jalanan. Dikhawatirkan, anak-anak yang hanya sekadar ikut-ikutan akan menjadi korban ketika situasi di lapangan berubah menjadi tidak kondusif.

“Kami mengimbau orang tua memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Jangan sampai mereka hanya ikut-ikutan, kemudian menjadi korban ketika situasi berubah menjadi tidak kondusif,” tegasnya.

Bangun Komunikasi Terbuka Sebelum Masalah Muncul

Untuk menangkal pengaruh buruk dari lingkungan sekitar maupun dunia digital, Yuni menekankan pentingnya komunikasi dua arah yang terbuka antara orang tua dan anak. Dengan begitu, anak tidak mencari jawaban atau bertanya hanya kepada teman sebaya atau media sosial.

“Bangun komunikasi yang terbuka, sehingga anak tidak mencari tempat bertanya hanya dari teman atau media sosial. Berikan pemahaman mana kegiatan yang positif dan mana yang dapat membahayakan dirinya,” pesan Yuni.

Pencegahan, lanjutnya, harus dilakukan sejak dini sebelum persoalan muncul. Orang tua diminta aktif memperhatikan perubahan perilaku dan pergaulan anak sehari-hari sebagai langkah deteksi dini.

“Jangan sampai masa depan anak dipertaruhkan karena keputusan sesaat atau ajakan teman. Kita harus mencegah sejak awal agar mereka tidak terjerumus narkoba, seks bebas, pinjol, kekerasan maupun aksi yang berujung pada huru-hara,” tutup Yuni.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks