Pencarian

Analis Wells Fargo Ungkap Citi Jadi Pilihan Utama di Tengah Lonjakan Laba Bank Besar AS 15-20%

Selasa, 14 Juli 2026 • 08:37:31 WIB
Analis Wells Fargo Ungkap Citi Jadi Pilihan Utama di Tengah Lonjakan Laba Bank Besar AS 15-20%
Analis Wells Fargo menyebut Citigroup sebagai saham pilihan utama di tengah proyeksi lonjakan laba bank besar AS sebesar 15-20 persen.

LAMPUNG — Head of US Large-Cap Bank Research Wells Fargo, Mike Mayo, menyebut Citigroup Inc. sebagai saham pilihan utama di antara bank-bank besar AS. Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara dengan Romaine Bostick dan Katie Greifeld di program "The Close" Bloomberg, menjelang musim laporan keuangan kuartal pertama yang padat.

JPMorgan Chase, Citigroup, Wells Fargo, Bank of America, dan Goldman Sachs dijadwalkan merilis laporan kuartalan dalam rentang waktu yang berdekatan. Mayo melihat momen ini sebagai ujian konsistensi sektor perbankan di tengah ketidakpastian suku bunga dan perlambatan ekonomi global.

Dua Mesin Pertumbuhan: Trading Wall Street dan Kredit Main Street

Menurut Mayo, kenaikan laba 15-20 persen secara year-on-year bukan sekadar efek basis rendah. "Ada kombinasi langka antara pendapatan trading yang kuat di Wall Street dan pertumbuhan pinjaman komersial yang sehat di Main Street," ujarnya. Ia menilai dua sumber pendapatan ini bergerak simultan, sesuatu yang jarang terjadi dalam siklus bisnis normal.

Pendapatan trading diperkirakan melonjak seiring volatilitas pasar yang tinggi akibat perang dagang dan spekulasi arah suku bunga The Fed. Sementara itu, permintaan kredit dari sektor usaha kecil dan menengah menunjukkan resiliensi, menandakan aktivitas ekonomi domestik AS masih terjaga.

Mengapa Citi Jadi Pilihan Utama Mayo

Mayo tidak merinci angka target harga spesifik, tetapi memberikan alasan kualitatif di balik preferensinya terhadap Citigroup. Ia menilai transformasi bisnis yang dijalani Citi dalam beberapa tahun terakhir mulai membuahkan hasil, terutama dalam efisiensi biaya dan fokus pada segmen korporasi global.

"Citi memiliki ruang perbaikan margin yang lebih besar dibandingkan bank-bank besar lain," kata Mayo. Pernyataan ini menjadi sinyal bagi investor bahwa potensi kenaikan valuasi Citi dinilai lebih atraktif di tengah prospek pendapatan yang membaik.

Apa Artinya bagi Investor di Pasar Global

Proyeksi optimistis dari analis Wells Fargo ini bisa berdampak pada sentimen investor global, termasuk di Asia. Saham perbankan AS kerap menjadi acuan valuasi sektor finansial di bursa negara berkembang, termasuk Indonesia.

Jika realisasi laba bank-bank AS sesuai ekspektasi, tekanan jual di sektor perbankan global bisa mereda. Sebaliknya, jika hasil laporan mengecewakan, risiko koreksi harga saham perbankan di pasar negara berkembang—termasuk IHSG—perlu diwaspadai.

Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: bloomberg.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks