BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung memastikan tidak ada kendala biaya yang menghalangi langkah Riski Muhammad Ivan ke panggung internasional. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal secara langsung menyatakan kesiapan Pemprov untuk mendanai seluruh kebutuhan keberangkatan siswa MAN 1 Bandar Lampung itu ke konferensi keamanan siber Black Hat USA 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, pada Agustus mendatang.
Temuan Celah Keamanan di Microsoft dan NASA
Riski bukan peserta biasa. Siswa yang mengasah kemampuan keamanan siber secara otodidak sejak SMP ini berhasil menemukan sejumlah celah keamanan pada berbagai platform digital kelas dunia. Ia melaporkan temuan-temuannya melalui prosedur responsible disclosure ke Microsoft dan NASA, yang kemudian menjadi tiket emasnya untuk diundang ke konferensi bergengsi tersebut.
Kendala Biaya dan Respons Cepat Gubernur
Ayah Riski, A. Saidi, mengaku bangga dengan pencapaian putranya. Namun, ia terus terang menyebut keterbatasan biaya menjadi hambatan utama untuk memenuhi undangan ke Amerika Serikat. Mendengar hal itu, Gubernur Rahmat langsung memastikan Pemprov Lampung siap memberikan dukungan penuh agar Riski bisa berangkat tanpa terbebani persoalan finansial.
Gubernur: Keamanan Siber Profesi Masa Depan
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur mengapresiasi semangat belajar Riski yang tidak kenal lelah. Menurutnya, bidang keamanan siber adalah profesi dengan prospek besar dan sangat dibutuhkan di masa depan. "Ini bukan sekadar prestasi pribadi, tapi juga kebanggaan bagi Lampung," ujar Rahmat.
Harapan Jadi Inspirasi bagi Generasi Muda Lampung
Pemerintah Provinsi Lampung berharap keberhasilan Riski mampu menjadi pemicu semangat bagi generasi muda lainnya. Mereka didorong untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi, kecerdasan buatan, dan keamanan siber. Targetnya jelas: mampu bersaing di tingkat global dan membawa nama Lampung ke kancah internasional.