Pencarian

Mahasiswa Fakultas Pertanian Unila Juara Kompetisi Astra Honda SDGs 2026 Lewat Inovasi Limbah Tongkol Jagung di Pesawaran

Rabu, 08 Juli 2026 • 14:39:01 WIB
Mahasiswa Fakultas Pertanian Unila Juara Kompetisi Astra Honda SDGs 2026 Lewat Inovasi Limbah Tongkol Jagung di Pesawaran
Mahasiswa Fakultas Pertanian Unila raih juara kompetisi Astra Honda SDGs 2026 dengan inovasi limbah tongkol jagung.

BANDAR LAMPUNG — Inovasi mahasiswa Unila ini mengubah limbah pertanian yang selama ini sering dibakar atau dibuang begitu saja menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Tim yang beranggotakan enam mahasiswa dari lintas jurusan ini mengintegrasikan pendekatan multidisiplin untuk menciptakan solusi perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Biochar dan Pestisida Nabati dari Tongkol Jagung

Ketua Tim GARA, Tri Santoso, menjelaskan bahwa program Gentar Rahayu dirancang secara komprehensif dari hulu ke hilir. "Kami menginisiasi sistem pertanian sirkular yang menempatkan petani sebagai aktor utama. Limbah pertanian tidak lagi dibakar atau dibuang menjadi sampah, melainkan diolah kembali menjadi sumber daya baru yang ramah lingkungan dan memiliki nilai jual," ujarnya.

Tim yang dibimbing Dr. Tri Maryono, S.P., M.Si. ini berhasil mengonversi tongkol jagung menjadi dua produk fungsional sekaligus. Biochar berfungsi sebagai pembaharu kualitas tanah, sementara pestisida nabati menjadi alternatif pengendali hama yang lebih aman bagi lingkungan.

Mengapa Inovasi Ini Penting untuk Petani Lampung?

Desa Tri Rahayu di Kabupaten Pesawaran menjadi lokasi implementasi program ini. Di daerah sentra jagung tersebut, limbah tongkol selama ini menjadi masalah karena volumenya melimpah pascapanen. Alih-alih menjadi sampah, limbah tersebut kini diolah kembali menjadi sumber daya yang bisa dijual.

Program Gentar Rahayu menyasar enam target Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus. Cakupan dampaknya meliputi pengentasan kemiskinan (SDG 1), ketahanan pangan (SDG 2), konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12), penanganan perubahan iklim (SDG 13), menjaga ekosistem daratan (SDG 15), serta kemitraan global (SDG 17).

Kolaborasi Lintas Jurusan Jadi Kunci Kemenangan

Tim GARA dipimpin Tri Santoso dari Program Studi Proteksi Tanaman. Lima anggota lainnya adalah Ardina Fatma Sari (Proteksi Tanaman), Sella Amalia Kharomah (Peternakan), Fadhilah Akbar (Peternakan), Hendi Triono (Agronomi dan Hortikultura), serta Musyafa Dzaki Fachriansyah (Proteksi Tanaman). Kombinasi keilmuan dari berbagai bidang ini dinilai juri sebagai kekuatan utama program.

Fakultas Pertanian dan jajaran pimpinan Unila memberikan dukungan penuh berupa fasilitas konsultasi dan pendampingan akademik intensif selama proses persiapan kompetisi. Dukungan ini disebut Tri Santoso sangat membantu tim dalam mematangkan konsep program.

Langkah Selanjutnya: Ekspansi ke Daerah Sentra Jagung Lain

Pascakemenangan di tingkat regional, Tim GARA berkomitmen memperluas jejaring kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, dan dunia usaha. Langkah strategis ini disiapkan untuk mematangkan kesiapan menuju kompetisi tahap nasional, sekaligus mereplikasi model desa pertanian sirkular Gentar Rahayu di berbagai sentra jagung di Indonesia.

Bagikan
Sumber: newsanalis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks