METRO — Memasuki usia senja bukan berarti berhenti bergerak dan berkarya. Demikian pesan yang disampaikan dr. Wahdi Siradjuddin, akademisi sekaligus mantan Wali Kota Metro, saat memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). Menurutnya, menjadi tua adalah proses alami, namun setiap lansia bisa memilih untuk tidak "menuakan diri".
"Menjadi tua itu pasti, tetapi jangan menuakan diri. Lansia harus tetap bergerak, tetap belajar, tetap bergaul, dan tetap memiliki semangat hidup," ujar Wahdi.
Tujuh Pilar Penyangga Lansia Produktif
Wahdi menjabarkan tujuh aspek yang menjadi kunci agar para lansia di Metro tetap sehat dan bermartabat. Aspek-aspek tersebut meliputi spiritual, kesehatan fisik, intelektual, sosial kemasyarakatan, emosional, profesional atau vokasional, serta lingkungan. Ketujuh pilar ini, kata dia, harus dijaga keseimbangannya.
Untuk kesehatan fisik, ia menyarankan kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki setiap hari, melakukan peregangan, dan memperbanyak konsumsi buah serta sayur. Wahdi juga mengingatkan agar lansia mengurangi waktu berlama-lama di depan televisi maupun telepon genggam.
Kesehatan Mental: Jangan Memendam Masalah
Selain fisik, kesehatan mental menjadi perhatian serius Wahdi. Ia mengajak para lansia untuk selalu berpikir positif, banyak bersyukur, dan tidak memendam masalah sendiri. Menurutnya, stres berkepanjangan justru bisa mempercepat penurunan kondisi tubuh.
"Kalau ada masalah, yakinlah selalu ada jalan keluarnya. Jangan terlalu memikirkan sesuatu secara berlebihan, tetap berpikir positif dan dekatkan diri kepada Tuhan," tegasnya.
Dukungan Keluarga dan Masyarakat Jadi Kunci
Wahdi menyoroti pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan lansia. Ia menilai, lansia tidak hanya butuh bantuan materi, tetapi juga perhatian, teman berbicara, dan kesempatan untuk tetap aktif di lingkungan sosial.
Melalui peringatan HLUN tahun ini, Wahdi mendorong semua pihak untuk lebih peduli. Ia berharap para lansia di Metro bisa menjadi pribadi yang SMART, akronim dari Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Terampil.
"Dengan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, masyarakat, dan pemerintah, kita bisa mewujudkan lansia SMART," pungkasnya.