Pencarian

IHSG Balik Arah ke Zona Merah setelah Sesi Pembukaan, 380 Saham Melemah

Rabu, 03 Juni 2026 • 10:46:38 WIB
IHSG Balik Arah ke Zona Merah setelah Sesi Pembukaan, 380 Saham Melemah
IHSG tertekan ke zona merah dengan 380 saham melemah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini.

LAMPUNG — Pada sesi awal perdagangan, sebanyak 380 saham tercatat berada di zona merah, sementara hanya 198 saham yang menguat dan 381 saham lainnya stagnan. Volume transaksi yang tercatat mencapai 3,09 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2,1 triliun.

Enam dari Sebelas Indeks Sektoral Tertekan

Mayoritas indeks sektoral bergerak negatif. Sektor konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, teknologi, konsumer non-siklikal, keuangan, dan transportasi kompak melemah. Kondisi ini menekan laju indeks utama meskipun beberapa sektor masih bertahan di zona hijau.

Sektor energi, properti, industri, dan kesehatan menjadi penopang utama yang masih mencatatkan penguatan di tengah tekanan jual yang meluas. Sektor properti dan energi tercatat sebagai sektor dengan kenaikan paling stabil sejak pembukaan.

Indeks Blue Chip Ikut Terkoreksi

Indeks LQ45 melemah 0,28 persen ke level 617. Indeks IDX30 juga turun 0,21 persen ke 348, sementara indeks JII melemah 0,26 persen ke 376. Pelemahan ini mengindikasikan tekanan jual tidak hanya terjadi pada saham lapis kedua, tetapi juga merambah saham-saham berkapitalisasi besar.

Indeks MNC36 tercatat turun 0,17 persen ke posisi 269. Data ini menunjukkan bahwa pelemahan bersifat merata di berbagai kelompok indeks acuan.

Tiga Saham Paling Moncer di Awal Sesi

Di tengah tekanan pasar, tiga saham justru mencatatkan kenaikan tertinggi pada sesi pembukaan. PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) memimpin daftar top gainers, disusul PT Arthavest Tbk (ARTA) dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE). Ketiganya mencatatkan lonjakan harga yang signifikan di menit-menit awal perdagangan.

HERO tercatat sebagai saham dengan kenaikan paling tajam, meskipun secara fundamental sektor ritel masih dalam fase pemulihan. ARTA dan PNSE, yang bergerak di sektor investasi dan properti, ikut mendorong indeks sektoral properti tetap berada di zona hijau.

Koreksi IHSG Masih dalam Rentang Wajar?

Level 6.140 menjadi titik terendah IHSG pada sesi awal perdagangan hari ini. Pergerakan indeks yang volatil sejak menit pertama menandakan sentimen pasar masih terbelah antara optimisme pemulihan sektor energi dan properti dengan tekanan di sektor keuangan dan teknologi.

Investor disarankan mencermati pergerakan indeks sektoral dan aliran dana asing pada sesi berikutnya untuk menentukan arah pasar selanjutnya. Data transaksi awal yang mencapai Rp2,1 triliun menunjukkan likuiditas pasar masih cukup terjaga meskipun tekanan jual mendominasi.

Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks