LAMPUNG — Panas terik di Roland Garros kembali menjadi sorotan setelah petenis muda Jakub Mensik pingsan usai pertandingan selama empat jam 40 menit. Suhu di Paris mencapai pertengahan 30 derajat Celcius saat gelombang panas terus melanda Prancis.
Mensik, unggulan ke-26, mengalahkan Mariano Navone dari Argentina dengan skor 6-3 2-6 6-4 1-6 7-6 (13-11). Pertandingan sengit itu berlangsung di salah satu lapangan luar yang tidak memiliki atap dan tidak memberikan keteduhan sama sekali.
Mensik Butuh Delapan Match Point, Lalu Ambruk di Lapangan
Petenis muda yang kariernya kerap diganggu cedera itu harus bekerja ekstra keras untuk menuntaskan laga. Ia membutuhkan delapan match point sebelum akhirnya menutup pertandingan.
Saat berhasil menang, Mensik langsung jatuh ke lantai. Navone sempat mendekat untuk memberi selamat dan membantunya bangun, tapi Mensik tak mampu bergerak sama sekali.
Ia tergeletak di lapangan selama beberapa menit. Tim medis segera turun tangan, meletakkan kantong es di kepala, leher, dan dadanya untuk menurunkan suhu tubuh. Sebuah kantong es juga diletakkan di lantai sebagai bantal untuk kepalanya.
Setelah dibantu berdiri, Mensik sempat berjalan meninggalkan lapangan. Namun ia kembali kesulitan saat menuju ruang ganti dan akhirnya harus dibawa dengan kursi roda. Belum diketahui apakah ia bisa pulih untuk menghadapi unggulan kedelapan Alex de Minaur pada babak ketiga, Jumat (31/5).
Djokovic Juga Kepayahan di Lapangan Beratap
Novak Djokovic, yang bermain di Court Philippe Chatrier yang beratap, juga merasakan dampak panas terik. Petenis Serbia berusia 37 tahun itu bertahan selama hampir empat jam untuk mengalahkan petenis tuan rumah Valentin Royer 6-3 6-2 6-7 (7-9) 6-3.
"Dia berusia 37 tahun dan napasnya cukup berat di akhir pertandingan ini," ujar mantan petenis nomor satu Inggris Greg Rusedski kepada BBC Radio 5 Sports Extra. "Ini ujian sesungguhnya bagi Novak. Ia harus meningkatkan levelnya lagi jika ingin melanjutkan."
Panas Ekstrem di Roland Garros: Belum Ada Pertandingan Dihentikan
Sebelumnya pada Senin (27/5), Casper Ruud mengaku berjalan seperti zombie dan khawatir terkena sengatan panas setelah berjuang melawan kram di suhu 33 derajat Celcius.
Penyelenggara French Open memantau suhu melalui dua sensor bola basah — satu di Chatrier dan satu lagi di Court 14. Jika ambang batas tercapai, jeda 10 menit dapat diterapkan setelah set kedua pertandingan putri dan set ketiga pertandingan putra. Jika suhu terus naik, pertandingan bisa ditangguhkan hingga panas mereda.
Namun hingga saat ini, belum ada satu pun pertandingan French Open yang pernah dihentikan karena cuaca ekstrem.